Dewasa ituu...
Kalau ngomongin lagu-lagu Bernadya, menurut aku yang bikin relate banget tuh bukan cuma suara dan melodinya, tapi lirik yang berasa kayak cerita hidup sendiri. Ada waktu-waktu di fase dewasa ini, kita ngerasa hal buruk datang berturut-turut, capek lahir batin, dan kayak ga ada jeda buat napas. Justru di momen kayak gitu, lagu Bernadya sering jadi tempat pulang. Waktu pertama kali denger lirik yang nuansanya kayak “ada waktu-waktu; hal buruk datang berturut-turut; semua yang tinggal, juga yang hilang; seberapa pun absurdnya, pasti ada makna”, aku ngerasa kayak diingetin pelan-pelan kalau rasa sakit itu bukan akhir cerita. Dewasa itu ternyata bukan cuma soal kerja atau mandiri secara finansial, tapi juga belajar nerima kehilangan, kegagalan, dan hal-hal yang ga bisa kita kontrol. Makna lagu-lagu Bernadya buatku lebih ke proses menerima. Kadang kita nanya, “kenapa sih ini harus kejadian ke aku?” Tapi lewat lirik-liriknya, aku jadi pelan-pelan sadar kalau yang tinggal dan yang hilang sama-sama ngebentuk diri kita sekarang. Hubungan yang kandas, pertemanan yang menjauh, rencana hidup yang gagal—se-absurd apa pun itu, pasti ada makna yang baru kerasa setelah kita lewat fase sakitnya. Aku juga sering pakai lagu Bernadya sebagai background kalau lagi overthinking malam-malam. Di masa-masa itu, rasanya kayak dikasih ruang buat nangis, marah, tapi juga pelan-pelan berdamai. Realita dewasa memang ga seindah ekspektasi, tapi lirik-liriknya bikin aku ngerasa ga sendirian. Ada banyak orang di luar sana yang juga lagi berusaha bertahan di waktu-waktu paling berat mereka. Kalau kamu lagi di fase bingung sama arah hidup, baru ngerasain jadi dewasa yang sebenarnya, atau lagi ngerasa kehilangan diri sendiri, coba dengerin lagu-lagu Bernadya sambil bener-bener merhatiin liriknya. Coba tanyain ke diri sendiri: bagian mana yang paling nusuk dan kenapa? Dari situ biasanya kita bisa nemu makna yang lebih personal. Buatku pribadi, makna lagu Bernadya adalah pengingat bahwa hidup ga selalu harus dimengerti saat itu juga. Kadang, tugas kita cuma jalanin hari demi hari, sambil percaya bahwa semua yang pernah datang dan pergi, seberapa pun absurdnya, suatu saat akan kelihatan maknanya. Dan di perjalanan itu, ga apa-apa banget kalau kita butuh ditemani sama lagu-lagu yang rasanya sejujur karya Bernadya.

Lihat komentar lainnya