atau kalian pernah lihat teman atau saudara kalian yg tangan kakinya selalu basah keringat.
#TahukahKamu kalau gejala itu di sebut hiperhidrosis. hiperhidrosis / kelebihan kelenjar keringat tdk hanya pada telapak tangan kaki, tapi jg bs ketiak, punggung, wajah
dulu keluarga aku bilangnya karena paru-paru basah. dan aku jg tdk pernah ke dokter utk mengetahui penyebab dan penyakit apa sebenarnya sehingga tangan kaki selalu basah.
hingga pada akhirnya, aku dpt info melalui postingan sesorang, yg ternyata beliau memaparkan penyebab tangan kaki berkeringat dan aku barulah tau kalau aku adl penderita hiperhidrosis.
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali tahu istilah hiperhidrosis, aku langsung merasa, “Oh, ternyata ini nama ‘penyakit’ yang selama ini bikin aku nggak pede.” Dari kecil telapak tangan sama kakiku gampang banget basah, bahkan cuma lagi duduk santai, nggak lagi olahraga atau kepanasan. Dulu keluarga suka bilang paru-paru basah atau jantung lemah, padahal setelah baca-baca, itu tuh namanya hiperhidrosis.
Kalau pakai istilah medis, hiperhidrosis itu kondisi saat tubuh produksi keringat berlebihan karena sistem saraf terlalu aktif. Jadi, keringatnya keluar bukan karena kita lagi gerak banyak, tapi karena saraf simpatis di area tertentu (kayak telapak tangan, telapak kaki, ketiak, punggung, wajah) terlalu ‘semangat’. Ada dua tipe juga: hiperhidrosis primer dan sekunder.
Hiperhidrosis primer biasanya muncul sejak kecil atau remaja, tanpa ada penyakit lain yang jelas jadi penyebab. Katanya bisa ada faktor genetik juga. Ini lebih sering kena telapak tangan, kaki, atau ketiak. Nah, aku pribadi kayaknya masuk ke kategori ini, karena dari kecil udah sering banget keringetan di tangan dan kaki, tapi tiap cek kesehatan umum dibilang normal.
Kalau hiperhidrosis sekunder, biasanya muncul karena kondisi medis tertentu, misalnya diabetes, obesitas, hipertiroidisme (keringat berlebihan plus jantung sering berdebar dan berat badan turun), hipoglikemia (gula darah rendah), menopause, efek samping obat-obatan tertentu, atau gangguan cemas. Makanya kalau kamu baru belakangan ini ngerasa keringat berlebih dan disertai gejala lain (kayak berat badan turun drastis, sering gemetar, dada nyeri, napas sesak), penting banget untuk periksa ke dokter untuk pastikan tidak ada masalah jantung atau penyakit lain yang serius.
Buat yang nanya soal obat hiperhidrosis, pengalamanku dan hasil baca-baca, opsinya cukup banyak, walau efeknya beda-beda tiap orang. Ada yang pakai antiperspiran khusus (biasanya mengandung aluminium chloride) di telapak tangan atau ketiak, ada juga yang coba obat minum dari dokter untuk menekan aktivitas saraf. Ada terapi seperti iontophoresis (tangan/kaki direndam di air dialiri arus listrik lemah), suntik botox di area yang sering berkeringat, sampai operasi simpatektomi untuk kasus yang berat.
Aku sendiri awalnya coba cara-cara ringan dulu: pakai tisu atau handuk kecil ke mana-mana, pilih sandal/sepatu yang lebih breathable, dan sering ganti kaus kaki. Selain itu, aku mulai memberanikan diri cerita ke teman dekat tentang hiperhidrosis, biar mereka nggak kaget kalau saat salaman tanganku basah. Ternyata dengan jujur cerita, mental jadi lebih ringan. Karena jujur, yang paling capek dari hiperhidrosis bukan cuma fisiknya, tapi komentar orang dan rasa malu tiap tangan berkeringat.
Kalau kamu merasa punya gejala yang mirip, menurutku nggak ada salahnya konsultasi ke dokter kulit atau dokter penyakit dalam. Biar jelas ini hiperhidrosis primer yang relatif nggak berbahaya atau ada kondisi medis lain (misalnya gangguan jantung atau hormon) yang perlu diobati. Dan yang paling penting, kamu nggak sendirian. Banyak banget yang punya telapak tangan berkeringat terus, cuma mereka jarang berani cerita. Bagian 2 nanti bisa bahas lebih detail soal cara penanganan dan pengalaman orang-orang yang berhasil mengurangi keringat berlebih ini.
d tunggu part 2 nya ka.. krna aku jg hiperhidrosis