luweh becik dadi wong bodo yen akhlak e di engo
Hi! Aku baru di Lemon8!
Hal yang aku sukai…
Aku ingin posting…
Ketahui aku lebih lanjut
Sejujurnya, dulu aku sering banget denger kalimat Jawa kayak di gambar: "ora pengen dadi wong pinter yen akhire dadi keminter, ora popo dadi bodho penting akhlake dienggo". Kalau diterjemahin kurang lebih gini: aku nggak pengen jadi orang pintar kalau ujung‑ujungnya jadi sombong, nggak apa‑apa dibilang bodoh yang penting akhlaknya dipakai. Dari situ aku mulai mikir, sebenernya arti "bodho" itu apa sih? Banyak orang nganggep "bodho" = nggak pintar, nilai jelek, atau nggak ngerti apa‑apa. Tapi di budaya Jawa, kadang kata "wong bodho" itu juga dipakai buat orang yang polos, nrimo, nggak neko‑neko. Bukan selalu hinaan, tapi lebih ke orang biasa yang hidup apa adanya. Aku juga pernah ngerasa diremehkan karena dianggap kurang pinter. Tapi pengalaman itu justru bikin aku belajar buat jaga sikap. Percuma pinter kalau ujungnya nggak punya tata krama, suka merendahkan orang lain, atau keminter. Menurutku, akhlak itu penting banget: cara kita ngomong ke orang tua, sikap ke teman, jujur atau nggak, gimana kita respon kalau beda pendapat, semua itu kelihatan dari akhlak. Kalau kamu lagi cari "bodho artinya" di Google karena mungkin sering denger orang Jawa ngomong gitu, cobain lihat juga konteksnya. Kadang orang tua Jawa bilang ke anaknya: "ora popo saiki timbangane kowe dinggo pinter akhlak dhisik" – nggak apa‑apa sekarang kamu belum pintar pelajaran, yang penting akhlak dulu dibenerin. Pintar secara ilmu bisa dikejar pelan‑pelan, tapi akhlak kalau sudah kebiasaan jelek, susah banget dibenerin. Aku pribadi sekarang lebih milih dibilang biasa‑biasa aja, tapi diingat sebagai orang yang nggak nyakitin orang lain. Buatku, jadi "wong bodho" versi ini tuh artinya: nggak merasa paling hebat, mau terus belajar, dan nggak malu mengakui kekurangan. Akhlak dienggo setiap hari, bukan cuma jadi kata‑kata. Kalau kamu punya pengalaman soal dibilang "wong bodho" atau pernah denger nasihat Jawa yang mirip, boleh banget share versimu. Kadang dari cerita‑cerita sederhana kayak gini kita jadi lebih paham arti hidup yang sebenarnya: nggak cuma soal pinter, tapi juga soal bagaimana kita memperlakukan orang lain.



























