... Baca selengkapnyaSebagai guru TK Kelompok B, aku sempat bingung waktu awal diminta menyusun RPM pembelajaran mendalam (deep learning) untuk anak usia 5–6 tahun. Apalagi harus nyambung dengan ProSem, ATP, sampai modul ajar MPLS. Di sini aku mau cerita urutan yang aku pakai dan tips praktisnya.
Pertama, aku mulai dari tujuan pembelajaran TK yang mengacu ke CP pembelajaran mendalam PAUD (fase fondasi). Dari CP ini, aku pecah jadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang lebih rinci. Misalnya, di elemen perkembangan bahasa, aku tulis tujuan seperti: anak mampu menceritakan kembali pengalaman sederhana dengan kalimat lengkap. Dari sini baru aku turunkan ke tujuan harian di RPP/RPM.
Setelah ATP beres, aku susun ProSem TK (Program Semester). Di dokumen ProSem biasanya aku buat tabel: topik, bulan, tujuan pembelajaran, dan alokasi minggu. Contohnya, Semester 1 untuk Kelompok B usia 5–6 tahun, topik bisa dimulai dari MPLS, Aku dan Tubuhku, HUT RI, Keluargaku Sayang, dan seterusnya. Di setiap topik, aku tandai tujuan mana dari ATP yang mau dicapai supaya pembelajaran tetap deep learning, bukan sekadar kegiatan tempel-tempel.
Untuk modul ajar MPLS TK deep learning, aku biasanya fokus pada pengenalan lingkungan sekolah yang bermakna: tur keliling gedung sekolah, kenalan dengan guru dan teman, eksplorasi mainan di kelas, sampai latihan rutinitas harian. Di dalam modul ajar MPLS ini sudah aku tulis komponen penting: tujuan, profil pelajar Pancasila yang disasar, langkah kegiatan awal–inti–penutup, asesmen, dan diferensiasi sederhana.
Format RPM deep learning yang kupakai kurang lebih mirip RPP, tapi lebih menonjolkan kedalaman belajar. Di bagian kegiatan inti, aku tulis alur kegiatan yang mengajak anak mengamati, bertanya, mencoba, lalu menceritakan kembali. Misalnya di tema Aku dan Tubuhku: anak bercermin, menyebut bagian tubuh, menggambar dirinya, lalu bercerita tentang apa yang paling mereka suka dari tubuh mereka. Dari satu kegiatan, banyak aspek berkembang: bahasa, motorik halus, sosial-emosional, dan kognitif.
Aku juga lengkapi perangkat ajar B S1 dengan bonus worksheet yang tidak hanya lembar kerja mewarnai, tapi juga lembar observasi dan refleksi sederhana untuk anak. Misal, anak melingkari ekspresi wajah sesuai perasaannya hari ini, atau memilih gambar kegiatan yang paling mereka suka. Ini membantuku mengaitkan pembelajaran harian dengan tujuan di ATP dan ProSem.
Kalau teman-teman guru sedang cari contoh modul ajar deep learning atau contoh format RPM pembelajaran mendalam PAUD, menurutku yang penting bukan sekadar mengikuti template, tapi memastikan setiap aktivitas punya tujuan jelas dan terhubung dengan ProSem serta ATP. Dari pengalamanku, begitu alur CP → ATP → ProSem → RPM/RPP → worksheet sudah nyambung, penilaian akreditasi jadi jauh lebih mudah karena semua perangkat saling mendukung dan kegiatan di kelas terasa lebih bermakna untuk anak.
boleh dong bagi link drive nya