1.Blender semua bahan isian kecuali daun pandan dan margarin.
2.Masak bahan isian lalu tambahkan daun pandan masak sambil terus diaduk hingga air menyusut.Tambahkan margarine. aduk lagi hingga kalis.
3.Bentuk bulat2 bahan isian
4.Masak santan,air,gula pasir, garam dan daun pandan hingga mendidih. Biarkan hangat2 kuku.
5.Dalam sebuah wadah uleni bahan kulit dan air santan sedikit demi sedikit. Tambahkan pasta vanilla, Uleni hingga kalis.Tambahkan pewarna
6.Balut isian dengan bahan kulit.Letakkan diatas daun pisang yang Sudah dipotong kecil2 dan dioles dengan minyak goreng sebagai alas. Lakukan sampai adonan habis.
7.Panaskan klakat... kukus selama 20 menit.(Buka tutup klakat per 3 menit sekali supaya tetap bulat)
8.Angkat dan setelah dingin oles dengan minyak goreng.Lalu tancapkan daun.
... Baca selengkapnyaSedikit cerita, dulu aku cuma tahu kue thok sebagai jajanan pasar tradisional waktu kecil. Sekarang malah sering diminta keluarga tiap ada arisan karena bentuknya yang lucu mirip apel dan jeruk mandarin. Buat yang baru pertama coba, aku tulis beberapa tips dan pengalaman pribadi biar resep kue thok ini makin anti gagal.
Pertama soal pemilihan bahan. Untuk tepung ketan, aku biasanya pakai yang warnanya putih bersih dan teksturnya halus, hasilnya kulit kue thok jadi lebih lembut. Kentang kukus pastikan benar‑benar empuk dan dihaluskan sampai tidak ada gumpalan, karena kentang inilah yang bikin kulit kue thok lembut dan tidak keras setelah dingin.
Untuk santan, aku lebih suka pakai santan kental dari kelapa parut segar dibanding santan instan, aromanya lebih wangi dan rasa gurihnya pas. Tapi kalau pakai santan instan juga bisa, campur dengan sedikit air agar tidak terlalu berat dan adonan tetap mudah diuleni.
Isian kacang hijau juga penting. Setelah direndam dan dikukus, aku biasanya blender sampai benar‑benar halus supaya teksturnya lembut waktu digigit. Saat dimasak dengan santan, gula, dan daun pandan, aduk terus dengan api kecil supaya tidak gosong di dasar. Tambahan margarin di akhir masak bikin isian lebih lembab dan ada rasa gurih yang enak.
Banyak yang tanya kenapa kue thok bisa tetap bulat cantik. Kuncinya waktu mengukus, klakat atau kukusan jangan dibiarkan tertutup terus. Buka tutup setiap beberapa menit supaya uap tidak menetes ke kue, ini membantu kue thok tetap bulat dan kulitnya tidak keriput. Daun pisang yang dioles minyak juga penting, selain sebagai alas biar tidak lengket, aromanya bikin kue thok lebih wangi khas jajanan pasar.
Untuk pewarna, aku suka pakai merah untuk bentuk apel dan oranye untuk bentuk jeruk mandarin, lalu ditancap daun hijau kecil di bagian atas supaya mirip buah asli. Kalau mau lebih natural, bisa pakai pewarna makanan dari bahan alami seperti jus wortel untuk oranye atau jus bit untuk merah.
Penyimpanan kue thok juga perlu diperhatikan. Kalau tidak langsung habis, setelah benar‑benar dingin aku biasanya simpan di wadah tertutup rapat. Di suhu ruang bisa tahan 1 hari, kalau mau lebih awet bisa masuk kulkas, nanti saat mau makan bisa dikukus sebentar lagi supaya teksturnya kembali lembut.
Menurutku kue thok ini cocok banget untuk ide jualan juga. Modalnya tidak terlalu besar, hasilnya bisa banyak (sekitar 25 pcs atau lebih tergantung ukuran), dan tampilannya menarik karena bentuk buah apel dan jeruk mandarin yang unik. Tinggal dikemas cantik di box, pasti banyak yang tertarik. Kalau kamu punya variasi warna atau kreasi bentuk lain, bisa banget dicoba, misalnya hijau seperti jambu atau kuning seperti mangga.
Semoga pengalaman dan tips ini bisa membantu kamu yang lagi cari cara membuat kue thok atau kue tok yang lembut, manis gurih, dan tampilannya cantik seperti di foto kolase yang sering kita lihat di media sosial.