Campur Tangan TUHAN | Ps.Ruth Julia
Pengalaman saya pribadi sangat sejalan dengan pesan tentang campur tangan Tuhan yang diuraikan oleh Ps. Ruth Julia. Saat menghadapi masa kering yang panjang dalam hidup saya, saya belajar bahwa segala sesuatu tidak selalu bisa dijelaskan secara logika atau ilmu pengetahuan saja. Seperti tanah keras dan gersang yang disebutkan, secara ilmiah sangat sulit untuk tumbuh tanaman di kondisi tersebut, namun adanya berkat Tuhan membawa perubahan luar biasa. Saya pernah melihat bagaimana beberapa petani di daerah dengan tanah yang kurang subur dan tingkat kekeringan yang tinggi berhasil panen berkat doa dan ketekunan mereka. Mereka tidak hanya mengandalkan hujan atau kondisi alam, melainkan percaya bahwa ada campur tangan ilahi yang mengatur rezeki mereka. Pesan ini sangat menguatkan saya untuk tetap optimis dan berdoa, terutama saat kondisi hidup terasa sulit dan penuh tantangan. Lebih lanjut, hal ini mengajarkan kita bahwa tidak semua kekurangan dan kesulitan dapat diselesaikan dengan usaha manusia saja. Ada kalanya kita harus bergantung kepada kekuatan yang lebih tinggi, yaitu Tuhan yang memiliki kuasa atas segala sesuatu di bawah kolong langit. Keyakinan bahwa Tuhan campur tangan membuat setiap tantangan menjadi kesempatan untuk memperkuat iman dan menunjukkan bahwa rejeki itu ada dalam tangan-Nya, bukan semata-mata hasil usaha kita sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari juga, saat menghadapi berbagai kesulitan ekonomi atau pekerjaan yang menurun, kita bisa mengambil hikmah dari ajaran ini bahwa kondisi yang sulit bukanlah akhir dari segalanya. Tuhan punya cara dan waktu-Nya sendiri untuk mengirimkan berkat dan rejeki, bahkan ketika tampaknya tidak ada harapan. Oleh karena itu, tetaplah percaya dan berdoa, serta terus berusaha dengan sungguh-sungguh, karena campur tangan Tuhan bisa membuka jalan yang tak terduga. Melalui pengalaman dan pengamatan pribadi, saya sadar bahwa ketekunan dan iman yang kuat adalah kunci untuk melewati masa sulit. Dan seperti yang disampaikan oleh Ps. Ruth Julia, kita memang benar-benar memiliki Tuhan yang hidup dan bekerja di atas segala kondisi yang kita hadapi.























