tolong banget ini mah #asmaragenzsctv #sctvsinetron #sinemart #infotainmentawards2025 #aqeelacalista
Sebagai remaja, jujur aku juga sering lihat di sekitar kalau pergaulan sekarang makin bebas. Kadang dimulai dari nongkrong sampai larut malam, ikut geng tertentu, terus lama‑lama kebawa ke hal yang lebih jauh seperti seks bebas. Dari pengalaman teman dan cerita orang sekitar, aku makin sadar kalau pergaulan bebas itu punya banyak akibat yang nggak bisa kita anggap remeh. Di bidang kesehatan, seks bebas bisa bikin risiko penyakit menular seksual (PMS) meningkat, misalnya HIV, gonore, atau infeksi lainnya. Banyak yang pikir “kan bisa pakai pengaman”, padahal nggak ada yang 100% aman kalau pasangannya gonta‑ganti dan nggak dicek kesehatan. Belum lagi risiko kehamilan yang tidak diinginkan. Teman aku pernah panik berat karena telat haid setelah hubungan di luar nikah, sampai stres, nangis tiap hari, dan hubungan dengan keluarganya jadi renggang. Di bidang psikologis, akibatnya juga besar. Seks bebas yang banyak dilakukan oleh anak‑anak usia remaja lebih disebabkan oleh rasa penasaran, pengaruh teman sebaya, konten di media sosial, dan kadang rasa ingin diakui. Tapi setelah itu, banyak yang justru merasa bersalah, menyesal, atau kehilangan kepercayaan diri. Ada yang jadi overthinking, takut kalau rahasianya bocor, bahkan sampai menarik diri dari pergaulan karena malu. Di bidang sosial dan pendidikan, pergaulan bebas bisa ganggu fokus belajar. Ada yang jadi lebih sering bolos, tidur di kelas karena malamnya sibuk nongkrong, atau kabur sama pacar. Nilai turun, prestasi hilang, dan masa depan yang harusnya bisa cerah jadi kebayang remang karena salah pergaulan. Belum lagi kalau sampai hamil di luar nikah, bukan cuma diri sendiri yang kena, tapi keluarga juga ikut menanggung malu dan beban. Menurut aku, mengapa pergaulan bebas harus dihindari? Karena sekali kita kebawa arus, susah banget mundur. Lingkungan dan teman itu pengaruhnya besar. Makanya penting pilih circle yang sehat, teman yang kalau diajak nonton bareng di TV, fangirling, atau sekadar heboh lihat scene kejar‑kejaran di sinetron itu masih dalam batas wajar, bukan yang ngajak ke hal negatif. Cara aku jaga diri dari pergaulan bebas: lebih selektif pilih teman, batasi jam keluar rumah, dan jujur sama diri sendiri soal batasan. Kalau mulai merasa nggak nyaman dengan ajakan teman, aku berani bilang tidak dan pulang. Nggak apa‑apa dibilang sok suci, karena yang tanggung akibat nantinya tetap kita sendiri. Lebih baik dibilang kaku sekarang daripada nyesel di kemudian hari. Intinya, punya pergaulan itu penting, tapi jangan sampai kebablasan. Kita masih punya masa depan yang panjang, dan menjaga diri dari seks bebas dan pergaulan bebas adalah salah satu cara buat menghargai diri sendiri.











