... Baca selengkapnyaPertama kali dengar Suara Dewandaru, aku kira cuma coffee shop biasa di area Kaliurang. Ternyata konsepnya lebih dari sekadar tempat ngopi. Begitu masuk, langsung kerasa vibe hangat: interior kayu, rak piringan hitam yang penuh, dan peralatan DJ yang bikin suasananya berasa kayak mini house club tapi tetap cozy buat nongkrong.
Buat yang cari gambar Suara Dewandaru sebelum datang, menurutku spot fotonya cukup banyak. Ada area dekat turntable dan rak piringan hitam yang ikonik, cocok banget buat foto OOTD atau konsep retro. Kamera vintage yang dipajang di meja juga jadi properti foto yang lucu, apalagi kalau dipadu sama minuman berwarna cerah yang mereka sajikan.
Soal menu Suara Dewandaru, aku sempat coba beberapa makanan yang cukup mengejutkan karena tampilannya lebih mirip menu warung rumahan tapi dikemas estetik. Nasi bakar mereka disajikan dengan daun pisang, ditemani telur dadar, tempe goreng, dan kerupuk putih besar. Rasanya gurih, ada sedikit smokey dari nasi bakarnya, dan cabai merah di atas nasi bikin sensasi pedas yang pas. Kalau kamu suka menu berat, ini bisa jadi pilihan sebelum atau sesudah eksplor Kaliurang.
Snack-nya juga menarik. Kentang goreng disajikan dalam mangkuk krem di atas kertas cokelat, lalu ditaburi daun hijau goreng (kayak kemangi atau daun bayam crispy). Jadi bukan sekadar french fries biasa, tampilannya fotogenik dan cocok banget buat konten "rekomendasi cafe estetik di Jogja". Saus celupnya cukup creamy, enak buat teman ngobrol santai.
Untuk menu berkuah, ada gulai ayam berwarna kuning yang aromanya kuat rempah. Disajikan bareng nasi tumpeng mini, sayuran hijau, dan telur dadar. Ini tipe menu yang jarang kutemui di cafe, lebih mirip masakan rumahan tapi tetap cocok di lidah. Kalau kamu lagi cari dewandaru coffee atau pengin tahu apakah di sini cuma jual kopi, tenang, mereka juga punya pilihan makanan berat seperti ini.
Minumannya sendiri cukup variatif, dari kopi sampai minuman segar dengan potongan buah. Salah satu yang menarik perhatian adalah minuman berwarna cerah yang disajikan di gelas tinggi, kelihatan segar buat cuaca Kaliurang yang kadang masih hangat meski di ketinggian. Kombinasi meja kayu, kamera vintage, dan gelas minuman ini sering banget jadi objek foto pengunjung.
Dari sisi ulasan pribadi, Suara Dewandaru menurutku cocok buat beberapa tipe pengunjung: yang cari cafe estetik buat foto, yang butuh tempat santai sambil dengerin musik dari piringan hitam, dan yang ingin cari makanan rumahan versi cafe. Lokasinya di Ruas Bambu Nusa, area Surodadi Wukirsari, jadi sekalian bisa dimasukkan ke itinerary kalau kamu lagi jelajah dewandaru Kaliurang dan sekitarnya.
Kalau kamu suka eksplor tempat baru di Jogja, Suara Dewandaru ini bisa jadi alternatif selain cafe mainstream di pusat kota. Tinggal siapkan kamera, outfit nyaman, dan perut kosong buat nyobain menu nasi bakar, kentang goreng, atau gulai ayam mereka. Setelah pulang, kamu bakal punya cukup stok gambar Suara Dewandaru buat di-posting, plus pengalaman nongkrong yang beda dari cafe biasa.