Shalat Tiang Agama
Mengapa shalat disebut sebagai tiang agama? Karena dari shalatlah baik buruknya kehidupan seorang muslim ditentukan.
Shalat Wajib dan Sunnah
1. Pengertian dan Kedudukan Shalat
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ
Artinya: “Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” (QS. Al-Baqarah: 43)
رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ
Artinya: “Pokok urusan adalah Islam dan tiangnya adalah shalat.” (HR. Tirmidzi)
Shalat adalah ibadah utama dalam Islam yang wajib dilakukan lima waktu sehari semalam. Shalat menjadi ukuran keimanan dan amalan pertama yang akan dihisab di hari kiamat.
2. Syarat dan Rukun Shalat
a. Syarat Shalat (sebelum shalat):
Beragama Islam
Suci dari hadas dan najis
Menutup aurat
Masuk waktu shalat
Menghadap kiblat
b. Rukun Shalat (dalam shalat):
Niat
Berdiri bagi yang mampu
Takbiratul ihram
Membaca Al-Fatihah
Ruku’, i’tidal
Sujud, duduk di antara dua sujud
Tasyahud akhir
Salam
Syarat menentukan sah atau tidaknya shalat sebelum dimulai, sedangkan rukun adalah bagian inti yang harus dilakukan dalam shalat.
3. Hal-Hal yang Membatalkan Shalat
Berbicara dengan sengaja
Bergerak berlebihan
Makan atau minum
Tertawa terbahak-bahak
Hilang wudhu
Hal-hal ini dapat merusak kekhusyukan dan membatalkan shalat, sehingga harus diulang kembali.
4. Shalat Berjamaah
صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
Artinya: “Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan 27 derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Shalat berjamaah memiliki keutamaan besar karena mempererat ukhuwah dan meningkatkan pahala.
5. Shalat Sunnah
a. Shalat Rawatib
Shalat sunnah yang mengiringi shalat wajib (sebelum/ sesudah)
b. Shalat Dhuha
Dilakukan pada waktu pagi setelah matahari terbit
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ
Artinya: “Setiap pagi, setiap persendian kalian wajib bersedekah…” (HR. Muslim)
Shalat sunnah melengkapi kekurangan shalat wajib dan menambah pahala.
Sudahkah kita menjaga shalat tepat waktu?
Apakah shalat kita sudah khusyuk atau masih sekadar menggugurkan kewajiban?
Mari perbaiki shalat kita mulai dari sekarang: tepat waktu, khusyuk, dan berjamaah agar hidup lebih berkah.
Referensi:
Kementerian Agama RI, Buku PAI dan Budi Pekerti SMP Kelas 7
Al-Qur’an dan Terjemahannya
Imam An-Nawawi, Riyadhus Shalihin



























































