... Baca selengkapnyaPengalaman pribadi saya memperlihatkan bahwa perubahan sikap pria setelah menjadi pasangan sering kali bukan karena hilangnya rasa cinta, melainkan karena perubahan hormonal dan psikologis. Pada awal hubungan, otak kita dipenuhi hormon dopamine yang membuat segala sesuatu tampak menarik dan penuh semangat. Namun, setelah fase 'mengejar' itu berlalu, kadar dopamine menurun sehingga rasa excitement juga berkurang.
Selain itu, gaya attachment seorang pria sangat memengaruhi bagaimana dia mengekspresikan perasaannya. Saya mengenal seorang teman yang memiliki attachment style avoidant, yang awalnya sangat dekat dan perhatian, tetapi kemudian menjauh secara emosional saat hubungan mulai serius. Ini bukan karena dia kehilangan kasih sayang, melainkan cara dia melindungi diri agar tidak terlalu rentan.
Saya juga merasakan bahwa rasa nyaman dalam hubungan membuat pria merasa 'cukup' dan mengurangi effort yang biasa mereka tunjukkan di awal. Bagi sebagian pria, fase mengejar adalah tantangan yang membakar semangat, dan ketika tujuannya tercapai, mereka kurang menunjukkan perhatian karena rasa aman sudah didapatkan.
Untuk mengatasi hal ini, penting bagi pasangan untuk tetap berkomunikasi secara terbuka dan saling memberi ruang untuk menunjukkan apreasiasi dan perhatian. Membicarakan bagaimana masing-masing memaknai perhatian dan effort dalam hubungan dapat membangun kebiasaan baru yang menyeimbangkan kenyamanan dan keintiman.
Jadi, sebelum menganggap pria cuek adalah tanda berkurangnya cinta, cobalah pahami faktor psikologis yang memengaruhi perubahan tersebut. Ini akan membantumu memahami pasangan lebih dalam dan menjaga hubungan agar tetap harmonis dan menyenangkan.
Lihat komentar lainnya