... Baca selengkapnyaSebagai ibu bekerja, aku dulu super bingung soal penyimpanan ASI: asip tahan berapa lama di suhu ruang, kulkas, sampai freezer. Setelah banyak baca (termasuk acuan WHO) dan konsultasi ke konselor menyusui, akhirnya aku punya panduan praktis yang kupakai sehari-hari.
Pertama, soal ASI segar di suhu ruang. Kalau ruangan adem (sekitar 25–26°C), aku biasanya pakai patokan maksimal 4 jam. Tapi kalau ruangan panas atau habis bepergian, aku usahakan ASI langsung masuk cooler bag dengan ice gel. Jadi, begitu selesai pumping di kantor, ASI langsung kutaruh di tas pendingin supaya daya tahan ASI perah lebih terjaga sampai rumah.
Untuk kulkas (bukan freezer), ASI segar yang baru dipompa biasanya bisa tahan sekitar 3–4 hari di bagian dalam kulkas, bukan di pintu. Aku selalu tulis label tanggal dan jam perah di setiap botol atau kantong ASI. Ini penting banget supaya kita gampang menerapkan aturan "first in first out" (yang paling dulu diperah, itu duluan yang dipakai). Tempat menyimpan ASI setelah dipompa boleh botol kaca, botol plastik food grade, atau kantong ASI khusus.
Di freezer, ASI bisa tahan lebih lama. Di freezer kulkas 1 pintu biasanya lebih sebentar daripada freezer khusus. Karena itu aku pilih pakai kantong ASI perah kecil-kecil, isi 60–100 ml per kantong, supaya sekali pakai habis dan tidak ada sisa. ASI perah dalam freezer kantong ASI ini praktis banget, hemat tempat, dan gampang disusun seperti "buku" di dalam wadah.
Bagian yang sering bikin bingung adalah ASI beku yang sudah dicairkan tahan berapa lama di kulkas. Dari pengalaman dan panduan yang kubaca, ASI beku yang sudah dicairkan di kulkas biasanya dipakai maksimal 24 jam sejak benar-benar cair. Jangan dibekukan ulang ya. Kalau sudah dihangatkan, aku usahakan habis dalam 1–2 jam. Kalau bayi sudah minum dari botol, sisa ASI biasanya kupakai maksimal 1 jam, lalu dibuang demi keamanan.
Cara menghangatkan ASI juga penting. Aku selalu menghangatkan ASI dengan air hangat, bukan air panas mendidih. Caranya: isi mangkuk atau gelas besar dengan air hangat, lalu rendam botol atau kantong ASI sampai hangat. Hindari microwave karena bisa merusak kandungan nutrisi ASI dan bikin panasnya tidak merata. Untuk ASI dari kulkas, biasanya aku keluarkan dulu beberapa menit, baru direndam air hangat.
Untuk bepergian, tabel penyimpanan ASI sangat membantuku. Aku selalu siapkan tas pendingin (cooler bag) dengan ice gel beku. ASI bisa tahan beberapa jam di cooler bag tergantung kualitas ice gel dan suhu sekitar. Setelah sampai tujuan, ASI segera kupindahkan ke kulkas atau freezer.
Intinya, cara menyimpan ASI yang benar itu kombinasi antara memperhatikan suhu, durasi, dan kebersihan. Selalu cuci tangan sebelum pumping, pastikan pompa dan botol bersih, beri label tanggal, simpan dalam porsi kecil, dan jangan ragu membuang ASI kalau ragu dengan keamanannya. Lebih baik kehilangan sedikit ASI daripada mempertaruhkan kesehatan bayi.