Berhenti Nonton Video Motivator?!

3 Alasan Kenapa Aku Berhenti Nonton Video Motivator! Dan Milih Beralih Ke Financial Planner.

Banyak motivator muda yang sukses baru- baru ini di tiktok dan itu bikin kita mau menjadi seperti mereka.

Tapi, kenapa justru aku malah nggak nyaranin buat terlalu sering nonton motivator dan beralih ke Financial Planner.

Halo, Aku Rei.

Aku mau membagikan pengalaman kenapa aku nggak lagi nonton banyak video motivator setelah aku sakit berat.

Selamat datang di segmen #Talkie yang membahas seputar tentang hal-hal yang lagi hype saat ini.

🩷 Realita Yang Berbeda.

Kebanyakan dari motivator itu mengambil motivasi dari based on their experience, yang pada kenyataannya. Biasanya mereka sudah jauh lebih dulu 'berprivillage' privilege yang disini bukan hanya merujuk kepada uang tapi akses dan relasi bisa termasuk ke dalam Privilege.

Karena garis startnya beda, itu yang membuat motivasi mereka di aku menjadi terkesan terlalu tinggi dan pada kenyataannya dimata aku itu tidak selalu sama dimata motivator jadi kesannya seperti tidak nampak realitis untuk aku mengambil langkah sedrastis itu.

🩷 Menormalisasi Over Produktif.

Produktif di usia muda itu bagus, tapi kalau sampai over produktif kayak sehari kalau bisa 3 kerjaan banyak atau habis kerja kantoran lanjut ngefreelence sampai kurang tidur.

Itu adalah tindakan yang kurang bagus karena jadinya kita ngerusak kesehatan kita sendiri, dan kesehatan itu investasi di hari tua loh, jadi usahakan produktif tapi tetap dalam kesehatan bagus, sedangkan kalau kita ke financial planner, adalah bagaimana kita menggunakan uang tanpa merasa terbebani, bahkan masih ada pembagian untuk jatah hiburan.

🩷 Membuat Ingin Semua Proses Instant.

Belajar atau melakukan sesuatu hal yang baru, atau bekerja membutuhkan proses untuk berasa di puncak, tetapi melihat terlalu sering video motivator membuatku menjadi pengen prosesnya itu cepat dan langsung bisa, padahal adaptasi dan proses itu adalah hal yang normal banget, untuk di alami dalam melakukan hal baru.

Jadi, beralih ke financial planner bukan berarti kita kurang daya juang atau usaha, melainkan sebagai bagimana cara kita untuk membangun hubungan positif dengan uang.

Karena kesehatan fisik dan mental itu butuh biaya lebih banyak jika mengalami masalah, apalagi masalah berat seperti syaraf.

Dan juga, kendali kehidupan ada di kita, kita yang lebih tahu tentang kalau langkah drastis seperti yang disarankan motivator akan seperti apa di kehidupan kita. Jadi, jangan langsung diikutin tanpa adanya pertimbangan dari kondisi kita.

#Talkie

#LifeBingo

2025/8/8 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang dulu sering menonton video motivasi, aku sempat merasa termotivasi untuk mengejar banyak hal sekaligus, apalagi setelah melihat para motivator muda yang nampak sangat sukses. Namun, seiring waktu, aku menyadari bahwa motivasi instan dari video tersebut sering kali mengabaikan realita individu seperti kondisi kesehatan dan latar belakang masing-masing. Selain itu, aku jadi lebih memahami pentingnya mengelola finansial dengan bijak melalui bantuan financial planner. Mereka membantu aku membuat rencana keuangan yang realistis, menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan investasi, serta mengatur anggaran hiburan supaya hidup lebih terukur tanpa tekanan berlebihan. Aku juga belajar untuk tidak terjebak dalam over produktif yang berlebihan, karena kurang tidur dan kelelahan justru merugikan kesehatan jangka panjang. Kadang kita perlu memberi waktu pada proses belajar dan berkembang secara bertahap, tanpa berharap semua bisa instan seperti yang sering disarankan motivator. Sekarang, aku lebih mengutamakan kesehatan fisik dan mental sebagai investasi penting dalam hidup. Dengan kendali penuh atas langkah dan keputusan sendiri, aku merasa lebih tenang menghadapi masa depan tanpa terbebani tekanan dari motivasi yang kurang realistis.