acar kol ungu
Belakangan ini aku sering stok acar kol ungu di kulkas karena praktis banget buat pelengkap makan apa aja. Selain cantik warnanya, kol ungu juga katanya lebih tinggi antioksidan dibanding kol biasa. Jadi berasa makan sehat tapi tetap enak. Versi yang aku suka itu pakai bawang putih dan lada hitam, rasanya lebih wangi dan sedikit pedas hangat. Biasanya aku iris tipis kol ungunya, cuci bersih, lalu tiriskan sampai benar-benar kering biar acarnya lebih renyah dan nggak terlalu berair. Kalau mau, bisa tambahin irisan wortel, bawang merah, atau cabai merah utuh supaya warnanya makin rame. Untuk air acar, aku pakai campuran air panas 1 liter, garam 1 sdm, gula 1 sdm, dan cuka apel sekitar 5–6 sdm. Airnya harus benar-benar panas supaya gula dan garam cepat larut dan sekaligus bantu proses pengawetan. Setelah itu baru tuang ke toples berisi kol ungu dan bawang, tutup rapat, tunggu sampai dingin dulu baru masuk kulkas. Biasanya setelah semalaman di kulkas rasanya sudah lebih meresap dan kolnya tetap crunchy. Kalau kamu suka rasa yang lebih kuat dan agak asam tajam, tinggal tambahin lagi takaran cuka apel. Tapi kalau baru pertama kali coba, mending ikuti dulu takaran standar, nanti bisa disesuaikan sama selera. Kadang aku juga tambahin sedikit lada hitam utuh biar ada sensasi pedasnya, terutama kalau acarnya mau dipakai buat teman makan bakso, soto, atau mie ayam. Acar kol ungu ini enak banget dijadiin topping burger, isian sandwich, teman makan nasi goreng, sampai pelengkap ayam panggang atau ikan bakar. Karena disimpan di kulkas, acarnya bisa tahan beberapa hari bahkan lebih dari seminggu kalau toples dan alat yang dipakai benar-benar bersih dan kering. Pokoknya setiap kali buka kulkas dan lihat toples acar ungu yang cantik, langsung semangat masak dan makan lebih sehat.

































