Novel "Hafa dan Seporsi Cinta Pilihan Baba" otw PO
Deg-degan, Dears.
Cuma itu kata yang bisa Ka Acha ucapkan kalau ditanya, bagaimana perasaan yang aku rasakan karena ... sebentar lagi novel Hafa dan Seporsi Cinta Pilihan Baba bakalan masuk ke masa pre order.
🥰
Lalu, kemarin banget materi post ini udah ditayangin duluan sama IG-nya AT Press. Setelah minta ijin, akhirnya Ka Acha post di sini biar kamu bisa ikutan lirik-lirik dulu cerita di novelnya bakalan seperti apa.
Nah, adakah poin yang bikin kamu penasaran dari novel terbaru Ka Acha?
... Baca selengkapnyaKarena banyak yang penasaran soal PO Baba alias pre order novel Hafa dan Seporsi Cinta Pilihan Baba, aku mau cerita lebih rinci di sini, biar kamu kebayang isi dan vibes novelnya sebelum mutusin ikutan pesen atau nggak.
Pertama, soal nuansa lokalnya. Di novel ini, kamu bakal sering ketemu budaya Bima yang hangat banget. Misalnya soal makanan khas seperti Doco toma, sambal mentah khas Bima. Di cerita, detail kecil seperti cobek, ulekan, tomat, bawang merah, sampai daun kemangi bukan sekadar properti, tapi ikut ngasih nyawa ke adegan-adegan di dapur. Buat kamu yang suka romance berbalut kuliner dan budaya daerah, bagian ini berasa kaya lagi duduk di dapur keluarga, nimbrung sambil nonton orang tua ngobrol.
Terus, ada juga hal menarik tentang nama panggilan orang Bima. Di salah satu materi promo, dijelasin gimana nama formal bisa berubah jadi panggilan unik. Hal-hal kayak gini muncul juga di interaksi tokohnya. Jadi, kamu nggak cuma baca hubungan Hafa dan La Hanu, tapi sekalian belajar dikit tentang cara orang Bima saling menyapa dan bercanda. Buat aku pribadi, ini yang bikin ceritanya kerasa “hidup” dan khas, nggak generik.
Soal La Hanu sendiri, calon suami Hafa, dia bukan tipe lelaki sempurna ala tokoh drama Korea, tapi justru punya sisi realistis. Ada perjuangan, ada ragu, ada ego, tapi juga ada tanggung jawab dan cara dia ngehargain keluarga. Kalau kamu suka tokoh cowok yang berkembang pelan-pelan seiring konflik, karakter La Hanu kemungkinan besar bakal bikin kamu geregetan sekaligus sayang.
Salah satu bagian favoritku adalah konsep musyawarah keluarga atau kambolo weki dalam budaya Bima. Di cuplikan dialog, Baba ngasih pesan ke Hafa tentang pentingnya ngobrol dan rembukan bareng keluarga sebelum ngambil keputusan besar. Di sini, Baba digambarkan sebagai sosok ayah yang tegas tapi lembut, tipikal orang tua yang kelihatan keras di luar, tapi sebenarnya sangat sayang. Buat kamu yang kangen baca hubungan anak–orang tua yang hangat dan berlapis, bagian ini berkesan banget.
Kalau nanti PO Baba resmi dibuka, biasanya bakal ada periode terbatas dan sering kali diselipin bonus kecil, entah itu tanda tangan, pembatas buku, atau kartu ucapan. Saran dari aku, sebelum PO dibuka, kamu bisa kumpulin dulu pertanyaan: kamu paling penasaran sama apa? Budaya Bima-nya, perjalanan cinta Hafa dan La Hanu, atau pesan-pesan keluarga dari Baba? Jadi, pas bukaan PO diumumin, kamu tinggal gas daftar, tanpa galau berlama-lama.
Intinya, buat kamu yang lagi cari novel romance Indonesia yang lembut, sarat budaya, dan hangat soal keluarga, Hafa dan Seporsi Cinta Pilihan Baba ini layak banget masuk wishlist PO kam.