Menemukan buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini dalam rupa hadiah, serasa aku mendapat pelukan yang panjang. Walau di masa buku ini hits dibicarakan kala itu, aku sebenarnya belum tertarik. Mungkin karena saking banyaknya yang memperbincangkannya, aku jadi memilih mundur dan menunda mencari tahu.
Rupanya, waktu memang ingin membawaku pada akhirnya dapat membuka setiap lembaran warna-warninya. Mencicipi rasa yang mayoritas pembacanya nikmati, lalu mendefinisikannya dalam keseharian mereka.
Kapan lagi kan, ada buku bergambar dengan limpahan pesan sayang untuk sosok dewasa semacam kita, Dears? Berasa dilindungi oleh Awan, dipeluk Ibu penuh sayang. Ditemani berjuang menjalani keseharian, terutama buat kita yang belum jauh-jauh amat melewati angka belasan.
Padahal kan karya NKCTHI itu cukup "kaya". Bukan hanya film yang dihadirkan, buku -- tentu saja -- ini, juga deretan playlist nyaman didengar di aplikasi musik hijau yang banyak dikenal khalayak. Apakah kamu menikmati semuanya? Atau seperti Ka Acha, hanya salah duanya saja?
Buku tipis yang sejujurnya lama banget bisa kutamatkan. Bukan karena kecepatan membacaku yang kembali menyiput, tapi ... selepas membaca satu halaman saja, membawaku pada perenungan yang cukup lama.
Buku ini bisa banget jadi pegangan buat kita jalani hari. Kuat-kuat. Pelan-pelan. Satu per satu.
Ingat baik-baik pesannya yang tersemat di lagunya Yura Yunita. "Jalan yang jauh, jangan lupa pulang".
... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang awalnya ragu membaca buku NKCTHI karena terlalu banyak pembicaraan di sekitar saya, saya akhirnya memberanikan diri untuk membuka lembar pertama dan menemukan betapa kuatnya pesan di dalamnya. Buku ini bukan hanya kumpulan cerita, tapi seperti sahabat yang menenangkan ketika kita merasa tertekan atau cemas menjalani kehidupan sehari-hari.
Salah satu hal yang membuat buku ini berbeda adalah kemampuannya untuk menyentuh emosi pembaca dengan cara yang sederhana tapi menyentuh, seperti mendapat pelukan hangat dari seseorang yang benar-benar memahami kita. Ilustrasi dan desainnya yang menawan menambah kekayaan pengalaman membaca, membuat saya seolah-olah sedang duduk santai bersama seorang teman yang bercerita.
Selain buku, karya NKCTHI juga dikembangkan menjadi film dan playlist musik, yang saya rasa sangat membantu memperdalam perasaan yang ingin disampaikan. Lagu seperti karya Yura Yunita yang mengingatkan kita agar "Jalan yang jauh, jangan lupa pulang," menjadi pengingat penting untuk tetap menghargai asal dan diri sendiri di tengah liku-liku perjalanan hidup.
Saya pun merasa terinspirasi oleh pesan-pesan motivasi yang tercetak di dalam buku, seperti "Jadi manfaat untuk sekitar, jika belum mampu jangan jadi beban" yang mengajak kita untuk selalu berpikir positif dan bertindak bijak. Ini membuat buku ini bukan sekadar bacaan ringan, melainkan pegangan hidup untuk lebih sabar dan kuat.
Jika kamu sedang mencari buku yang tidak hanya menghibur tapi juga memberi penguatan mental, NKCTHI layak menjadi pilihan. Membacanya perlahan dan membiarkan setiap kalimat meresap, saya merasakan bagaimana pengalaman pribadi saya bertaut dengan cerita dan pesan di dalam buku ini. Rasanya seperti berbicara dengan sahabat lama yang selalu memberi dorongan untuk terus maju tanpa lupa beristirahat dan merawat diri sendiri.
Bagi para pembaca yang belum mencoba NKCTHI, saya merekomendasikan untuk meluangkan waktu membaca atau menonton filmnya, dan mendengarkan playlist yang tersedia. Setiap harinya, buku ini menjadi pengingat lembut bahwa kita semua masih dalam perjalanan, dan penting untuk saling menguatkan serta menjaga diri dalam proses tersebut.