Apa Kamu Masih Main Goodreads?

Beberapa hari lalu, aku melempar pertanyaan serupa di Threads.

Penasaran banget. Adakah yang masih betah bermain-main dengan Goodreads?

Jujur, dari sekian banyak teman yang kupunya di sana, sejauh ini hanya tersisa nggak sampai sepuluh orang yang masih rutin sharing soal perjalanan membacanya. Mungkin karena Goodreads pernah lama kutinggalkan akibat kesenanganku beralih untuk curhatin ke momen bacaku ke blog Taman Rahasia Cha juga platform medsos seperti di sini.

Jadi ketika aku kembali membuka akun lamaku, rasanya ... sepi. Hingar bingar berbagi buku bacaan yang dulu, menguap pergi.

Itulah alasan utama aku mengungkapkan rasa ingin tahuku tadi. Nggak disangka, sambutan pengguna Threads ngasih aku insight dan semangat baru.

Ternyata, pengguna Goodreads masih banyak. Ada pula cerita dari penggunanya yang tetap aktif mainan GR selama hampir 20 tahun. Bayangin. Dari 2007 dong. Lama banget kaaann?

Padahal kadang aku merasakan, buku yang baru tuntas kubaca nggak selalu ada dalam daftar buku di Goodreads. Terutama terbitan indie. Juga, komik digital.

Persis lah sama novelku, Hafa dan Seporsi Cinta Pilihan Baba. Belum bisa dijumpai di sana, pun aku masih mencari tau cara agar novel ini bisa muncul juga di Goodreads.

Jadilah, kalau ada di GR ya update, kalau nggak ada ya udah. Progres baca jadi kurang gereget tercatat di sana.

Tapi di antara keriuhan teman-teman pembaca yang urun pendapat dan pengalaman, aku juga jadi tahu tentang aplikasi tracking bacaan yang lain. Ada satu nih yang berhasil menggodaku untuk coba ikutan main. Tapi ... soon ya kuceritain. Namanya kan aku masih kenalan, jadi perlu waktu.

So ... kamu masih mainan Goodreads nggak sih? Kalau masih, temenan yuk!

Siapa tau kita bisa saling merekomendasikan buku-buku yang kita baca di sana. Saling kenal lewat pengalaman membaca kita masing-masing.

#readertalk #readerlife #goodreads #bookish #booklover

1 hari yang laluDiedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai seorang penggemar buku, saya sangat memahami betapa pentingnya memiliki platform yang dapat membantu kita melacak dan merekam buku yang telah dibaca. Goodreads memang selama ini menjadi andalan bagi banyak pembaca di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Namun, seperti yang sudah diungkapkan, ada beberapa kekurangan, terutama terkait koleksi buku indie dan komik digital yang sering kali tidak tersedia. Dalam pengalaman saya, fitur utama Goodreads yang sangat bermanfaat adalah kemampuan untuk membuat daftar baca (reading list), menuliskan review, dan terhubung dengan komunitas pembaca. Sayangnya, ketika buku yang ingin kita catat tidak tersedia, hal itu bisa mengurangi semangat kita untuk mencatat progres membaca secara akurat. Karena alasan ini, saya pun mulai mencari alternatif aplikasi tracking buku yang lebih fleksibel, yang memungkinkan pengguna menambahkan buku dengan mudah, termasuk karya indie dan komik digital. Misalnya, aplikasi seperti StoryGraph kini mulai populer karena menawarkan beberapa fitur analisis dan rekomendasi yang menarik, serta dukungan komunitas yang aktif. Selain itu, bagi para penulis indie seperti saya, sangat penting untuk memastikan karya kita dapat terdaftar di platform-platform tersebut supaya pembaca dapat dengan mudah menandai dan mereviewnya. Cara ini juga membantu memperluas jangkauan pembaca dan memudahkan interaksi antar pembaca dan penulis. Mendaftar buku di Goodreads bisa melalui fitur 'Add a New Book', namun proses verifikasinya kadang memakan waktu. Saya juga menyarankan pembaca dan penulis untuk aktif bergabung dengan komunitas baca online, seperti threads di media sosial, grup Telegram atau Discord yang membahas buku. Dari sana, kita bisa mendapat rekomendasi buku baru, berbagi pengalaman membaca, bahkan mempromosikan karya-karya indie untuk dikenali lebih luas. Jadi kalau kamu masih menggunakan Goodreads, ayo manfaatkan fitur-fiturnya sebaik mungkin dan jangan ragu mencoba aplikasi baru yang mungkin lebih cocok untuk kebutuhanmu. Terus berbagi pengalaman membaca dan rekomendasi buku, karena itu adalah cara terbaik untuk memperkaya jejaring literasi kita. Dan tentu saja, jika kamu ingin temenan dan saling tukar rekomendasi buku, jangan sungkan untuk menghubungi melalui platform yang kita sukai. Semangat membaca dan terus eksplorasi dunia buku!

Posting terkait

Antara Aku dan Goodreads, Blog, juga Medsos
Buka-buka lagi akun Goodreads yang udah lama banget kucuekin. Aku sekarang baru nyadar something. Jadi ceritanya, aku udah punya akun Goodreads tuh luamaaaaa banget. Era-era aku masih kinyis-kinyis lah ya. Kalau dihitung mundur dari tahun ini, lebih dari 10 tahun. Tapi, entah apa alasannya
Akarui Cha

Akarui Cha

1 suka

Gambar menampilkan judul 'Goodreads Year in Books' dengan sampul buku 'Perempuan di Titik Nol' dan 'The Antagonist Program', dihiasi bunga, kalender, dan tumpukan buku.
Kolase sampul buku yang dibaca, menunjukkan '17 buku dibaca' dan '5.318 halaman dibaca', termasuk beberapa karya Agatha Christie dan buku lainnya.
Ilustrasi Jembatan Golden Gate dengan teks '5.318 halaman dibaca' dan 'Anda membaca cukup halaman untuk melintasi Jembatan Golden Gate, dengan sisa halaman'.
2025 Reading Wrap Up
Jujur aku suka Goodreas, tapi kadang kiding nih Gd. Masa ada 2 buku yg ga ke tracker😭😭. Di aplikasi tracker yg lain aku baca 19 buku kemarin. Tapi wrap up nya GD lucu bgt. #goodreadsyearinbooks #2025readingwrapup
bk_rosii

bk_rosii

1 suka

Rak paparan kayu dengan buku 'Blind Date with a Book' berbalut kertas coklat, setiap satu dengan sinopsis ringkas dan harga tertera. Terdapat teks 'Goodreads Rating' di bahagian bawah.
Sebuah buku 'Blind Date with a Book' berbalut kertas coklat dipegang tangan, memaparkan sinopsis kisah era Victoria tentang dua wanita muda dan rating 3.86.
Sebuah buku 'Blind Date with a Book' berbalut kertas coklat dipegang tangan, memaparkan sinopsis fiksyen keluarga & persahabatan yang fokus pada tiga watak utama, dengan rating 4.15.
Goodreads Rating
Here are some of the ratings of the books from blind date with a book
The Chaotic Bookshelf

The Chaotic Bookshelf

30 suka

Sampul buku "Jangan Dipendam, Sini Cerita Dulu" karya Zia Ulhaq berwarna merah marun dengan ilustrasi minimalis, menunjukkan rating Goodreads 4.01. Sebuah tangan memegang buku tersebut.
Halaman terbuka dari buku "Jangan Dipendam, Sini Cerita Dulu" dengan teks yang digarisbawahi tentang memahami hal tanpa menghakimi, dan rating Goodreads 4.01.
Halaman terbuka dari buku "Jangan Dipendam, Sini Cerita Dulu" dengan teks yang digarisbawahi tentang menerima diri sendiri, dan rating Goodreads 4.01.
Review Book
Jangan dipendem sini cerita dulu #fyplemon8 #reviewlemon8 #reviewbook #rekomendasibuku
Puji's Library

Puji's Library

18 suka

Gambar menampilkan tangkapan layar aplikasi Fizzo Novel yang menunjukkan Bab 21 terkunci. Terdapat pertanyaan 'Kenapa fizzo novel sekarang kayak gini?' dan opsi untuk membuka kunci dengan dukungan penulis, Fizzo VIP, atau gratis besok, sesuai keluhan pengguna.
Kenapa fizzo novel sekarang kayak gini 🤔 Ada yang
ada yang bisa ngasih masukan ngga kenapa skrg bab nya terkunci, dan harus nunggu besok buat bukannya, pdhl dulu aman2 aja,, mana skrg banyak bgt iklannya, dgn durasi 1 menit lama bgt , dikit lg upahnya 😫😫 plis dong kasih masukan bagi yang tau kenapa , share dikolom komentar guys #fizzonovel
Rizqwln12

Rizqwln12

10 suka

Gambar menampilkan meja belajar atau kerja yang rapi dan estetik dengan laptop, rak, pembersih udara, dan dekorasi. Teks utama berbunyi '15 Ide Anti-bosan Tanpa Scrolling [Cocok untuk burn out]' disertai ikon larangan scrolling.
Tiga ide anti-bosan: minum santai dengan ilustrasi gadis minum, mode pengisian tenaga surya dengan ilustrasi matahari tersenyum, dan reset cepat 5 detik dengan ilustrasi dua gadis bermeditasi.
Tiga ide anti-bosan: tiduran di lantai dengan ilustrasi kucing berbaring, mengamati suara alam dengan ilustrasi burung di dahan, dan corat-coret tidak jelas dengan ilustrasi gadis menggambar.
15 Ide Anti Bosan tanpa Scrolling
Lelah sama notifikasi dan scroll yang ga ada habisnya?😭 Padahal udah online berjam-jam tapi tetep aja bosen dan overstimulated? Coba challenge diri buat screen-free. Ini 15 ide kegiatan di rumah yang bikin kamu ngerasa hidup lagi. Gak harus produktif, yang penting present. Dari DIY snack platter
Lemon8er

Lemon8er

4776 suka

Gambar menampilkan empat buku self-improvement: 'SELF HEALING', 'Ternyata Menjadi Dewasa Itu...', 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati', dan 'A GENTLE REMINDER', dengan judul 'MY FAV BOOKS SELF-IMPROVEMENT' dan rating Goodreads 5/5.
Buku 'SELF HEALING' oleh Ardhi Mohamad dengan sampul hitam bertuliskan 'WHAT'S SO WRONG ABOUT SELF HEALING'. Teks di samping menjelaskan isi buku tentang pertanyaan seputar self-healing, ekspektasi, insecure, dan kebahagiaan sejati.
Bagian belakang buku 'SELF HEALING' oleh Ardhi Mohamad. Terdapat informasi 'ABOUT THIS BOOK' dan 'THE AUTHOR' yang menyebutkan penulis adalah lulusan psikologi. Juga ada detail bonus dan ISBN.
MY FAV BOOKS SELF-IMPROVEMENT✨🥰✅ wajib kamu baca!
Beberapa buku ini benar" menguatkan🥺🥰 #Lemon8 #ApaKabarDunia #BookReview #selfimprovementbook
rhyu_jlfh

rhyu_jlfh

218 suka

Lihat lainnya