Siapa nih disini yang masih pakai lemari kayu?? Aku! Aku! Aku!
Hihi yaps, walaupun jaman sudah sangat maju dan banyak perkembangan dalam segi barang. Tapi aku masih setia dengan lemari kayu jadulku. Sebenarnya ada cerita tersendiri sih dibalik lemari kayu kuno ini...
Usia lemari ini sebenarnya sudah tua, tapi aku memilikinya baru 1,5 tahunan mungkin. Jadi lemari ini aku dapatin karena ada orang yang butuh uang buat membayar angsuran bank. Beliau meminta tolong supaya lemarinya di beli dengan harga seadanya. Daripada dapat uang tapi pinjam lebih baik jual barang yang ada. Setelah beberapa pertimbangan karena memang saat itu aku dan suami butuh lemari dengan alasan baju2 sudah tidak muat ditaruh dilemari kecil jadi kami iyakan saja. Itung2 sambil menolong orang tersebut.
Sebenarnya ada yaa perasaan buat ganti lemari yang lebih kekinian yang lebih terlihat estetik tapi kami sampingkan dulu hal itu untuk keperluan yang lain. Yaa supaya tetap terlihat bagus, sebisa mungkin aku selalu menata baju dengan rapi. Walaupun luarnya terlihat tua dan tidak estetik asalkan isinya rapi tetap bagus kok dipandang~ Iya kan mom hehe🥰
... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku sempat minder punya lemari kayu jadul di rumah. Apalagi sekarang tren lemari modern banyak banget, dari yang pintunya kaca, model minimalis, sampai lemari built-in yang rapi banget. Tapi lama-lama aku sadar, lemari kayu jaman dulu itu punya kelebihan dan cerita yang nggak bisa digantikan.
Pertama, dari segi kekuatan. Lemari jadul kayu biasanya terbuat dari kayu yang tebal dan solid, jadi meski kelihatan tua, dia tetap kokoh. Lemari tua berwarna coklat di rumahku ini sudah beberapa kali dipindah-pindah posisi, diisi baju satu keluarga, tapi sampai sekarang masih aman, nggak goyang dan nggak miring. Buat aku yang sering beres-beres rumah, ini penting banget.
Aku juga belajar cara ngerawat lemari kayu jadul biar tetap tampak rapi. Biasanya sebulan sekali aku lap bagian luar lemari pakai kain lembut dan sedikit cairan pembersih khusus kayu atau minyak kayu. Hasilnya, warna coklatnya tetap kelihatan hangat dan nggak kusam banget. Sesekali aku kasih kamper atau pewangi di dalam lemari, supaya pas pintu lemari dibuka, yang keluar bukan bau apek tapi wangi lembut. Menurutku, ini bikin lemari tua berasa lebih "hidup".
Di bagian dalam, aku selalu pegang prinsip "BIARPUN LEMARI TUA HARUS TETAP TAMPAK RAPI". Jadi aku pisahkan baju berdasarkan kategori: baju kerja, baju rumah, jilbab, dan pakaian anak. Kalau perlu, aku pakai box kain atau organizer murah supaya tumpukan pakaian nggak berantakan. Trik lain, jangan terlalu memaksakan isi lemari. Kalau sudah penuh, biasanya aku mulai sortir baju yang jarang dipakai untuk disumbangkan. Selain bikin lemari lebih lega, hati juga rasanya ikut lega.
Buat teman-teman yang punya lemari kayu jaman dulu dan sempat kepikiran mau ganti, boleh banget dipertimbangin lagi. Selama masih layak pakai dan bisa dirawat, lemari jadul kayu punya nilai plus: ramah lingkungan karena kita nggak konsumtif, hemat biaya, dan seringkali punya cerita emosional di baliknya, entah dari siapa kita dapat atau sudah berapa lama dia menemani.
Kalau mau bikin lemari kayu jadul terlihat lebih estetik, bisa juga ditambah sedikit dekorasi: tempel stiker yang simple, taruh taplak atau runner kain di bagian atas, atau letakkan tanaman kecil di dekat lemari. Tanpa harus beli lemari baru, suasana kamar tetap bisa kelihatan lebih manis.
Jadi, buatku sekarang bukan soal lemari tua atau baru, tapi gimana kita merawat dan menata isinya. Selama di dalamnya tertata rapi dan fungsinya maksimal, lemari kayu jadul di rumah tetap jadi favorit dan punya tempat spesial di hati.
masih bagus kak lemarinya. gak kemakan rayap. punyaku udah ga tertolong model begini 🥺🥺