MY 1ST GOSPEL "HANYA ENGKAU SATU"
From broken moments to renewed faith, this song carries my prayer and gratitude.
He gave me this gift, guided my steps, and kept blessing my life in ways only He can.
“Hanya ENGKAU Satu” is my first Gospel single — a reminder that even through storms, God’s grace never fails.
Released under MaraRecords Indonesia
🎶 Audio release: 20 August 2025
🎥 Lyric video: 24 August 2025
All glory and praise belong to Jesus Christ, my strength and my hope 🤍🙏
Waktu menulis “Hanya Engkau Satu”, aku lagi ada di musim hidup yang rasanya berat banget. Di tengah pergumulan itu, aku sering banget denger dan nyanyi lagu-lagu seperti “tiada satupun seperti Kau Yesus”, dan dari situlah aku mulai nangkep lagi bahwa memang nggak ada yang bisa gantiin kasih Tuhan. Dari perenungan itu, lirik seperti “Tak ada yang seperti-Mu, kasih-Mu tak berkesudahan” lahir begitu aja di hati. Aku cuma menuliskannya ulang dalam bentuk doa. Buat aku, kalimat itu bukan cuma kata manis, tapi bener-bener pengalaman pribadi: saat semua kelihatan nggak pasti, tetap ada damai waktu datang ke hadirat-Nya. Bagian favoritku di lagu ini adalah saat masuk ke pre-chorus dan chorus dengan pengakuan: “Kau Allah yang memeliharaku, Kau Allah yang menjagaku, selalu.” Kata “selalu” itu dalem banget buatku. Artinya, bukan cuma waktu aku rohani, kuat, atau lagi semangat pelayanan, tapi juga di masa aku jatuh, ragu, bahkan ngerasa jauh dari Tuhan. Dia tetap Allah yang memelihara. Aku juga sengaja tulis bagian seperti “Ku masuk ke dalam hadirat-Mu, ku angkat tangan menyembah, Bapaku. Hanya kepada-Mu, hanya Engkau satu.” Buatku, ini gambaran sederhana waktu teduh: nggak perlu kata-kata rumit, cukup datang apa adanya, angkat tangan, dan mengakui kalau Yesus satu-satunya tempat kita kembali. Kalau kamu suka cari dan nyanyi lirik-lirik penyembahan seperti “tiada satupun seperti Kau Yesus”, kemungkinan besar kamu juga bakal nyambung dengan pesan lagu ini. Bukan soal seberapa indah aransemen atau seberapa keren produksi musiknya, tapi bagaimana tiap kata bisa jadi doa pribadi. Aku berharap saat nanti kamu denger audio rilis atau nonton lyric video “Hanya Engkau Satu”, kamu bisa sambil renungin lagi perjalanan imanmu sendiri. Mungkin ada bagian hidupmu yang lagi remuk, mungkin kamu lagi ngerasa sendirian, atau mungkin kamu justru lagi di puncak berkat. Di setiap musim itu, doa aku sederhana: biarlah lagu ini mengingatkan bahwa Yesus tetap sama, kasih-Nya tetap, dan memang dari dulu sampai sekarang, hanya Dia satu-satunya Tuhan dan Juruselamat dalam hidup kita.




































