Lemon8Komunitas gaya hidup

Send To

Line
Facebook
WhatsApp
Twitter
Salin tautan

Dapatkan pengalaman lebih lengkap di aplikasi

Temukan lebih banyak postingan, hashtag, dan fitur di aplikasi.

Buka Lemon8
Buka Lemon8
Buka Lemon8
Jangan sekarang
Jangan sekarang
Jangan sekarang
  • Kategori
    • Untuk Anda
    • Beauty
    • Skincare
    • Fashion
    • Travel
    • Food
    • Home
  • Versi aplikasi
  • Bantuan
  • Indonesia
    • Indonesia
    • 日本
    • ไทย
    • Việt Nam
    • Malaysia
    • Singapore
    • US
    • Australia
    • Canada
    • New Zealand
    • UK
Situs web resmiKebijakan privasiPersyaratan LayananCookies Policy
Belajar dari Daud: Saat Kasih Bertemu Panggilan
Duka itu valid, tapi jangan sampai ia merampas ruang jiwamu. ✨ Dalam 2 Samuel 19, kita belajar tentang batas tipis antara kasih dan ketaatan: 💥 Penerimaan: Kita tidak bertanggung jawab atas pilihan bebas orang lain. 💥 Keseimbangan: Keluarga adalah prioritas, tapi bukan satu-satunya tanggung ja
Yusti Inawati

Yusti Inawati

0 suka

JANGAN BIARKAN LUKAMU JADI "TUGU BATU" 🪦✨
Pernahkah merasa kecewa sampai rasanya "berhak" untuk marah selamanya? Absalom punya segalanya: wajah tampan & posisi. Tapi hidupnya berakhir di sebuah tugu batu yang sunyi - 2 Samuel 18. Kenapa? 1. Kekecewaan yang Dipelihara 🚩 Semua dimulai dari luka (kasus Tamar). Tapi Absalo
Yusti Inawati

Yusti Inawati

0 suka

Belajar Melepas Kendali dari Kisah Daud
Pernah merasa lelah karena terus-menerus mencoba mengontrol hasil dari doamu? sebuah perenungan dari kisah pelarian Daud dari Absalom. Insights: 📍 Lepas Klaim: Daud tidak memakai statusnya sebagai raja untuk menekan Tuhan. 📍 Penyerahan Total: Fokusnya bukan lagi "selamatkan aku",
Yusti Inawati

Yusti Inawati

0 suka

Ketika "Sibuk" Membuat Kita Kehilangan Shalom Sejati
Siapakah di antara kita yang sering merasa hari berjalan begitu cepat, melelahkan, dan dipenuhi daftar tugas yang tidak pernah selesai? Kadang kita terjebak dalam Chronos—waktu linear yang monoton. Kita merasa sudah bertanggung jawab, bahkan melakukan rutinitas yang religius, tapi hati tetap ter
Yusti Inawati

Yusti Inawati

0 suka

Pelajaran dari Zakheus: Saat Tuhan Menutup Buku Masa Lalumu
Pernah merasa lelah karena dicap buruk oleh lingkungan? Kamu tidak sendirian. Zakheus juga merasakannya. Tapi pendekatannya terhadap Yesus mengubah segalanya. 5 hal yang terjadi pada Zakheus: 👍 Keberanian Mencari (Inisiatif): Zakheus memanjat pohon bukan karena rasa bersalah, tapi karena haus a
Yusti Inawati

Yusti Inawati

0 suka

Benang Merah di Balik Berkat
2 Samuel 6:5-12 Mengapa Obed Edom diberkati sementara Uza disambar api? Bukankah Uza berniat baik? Ya, namun ia melanggar aturan yang sudah diberikan. Uza berupaya mengambil kendali. Sementara Obed Edom tertulis menerima Tabut di rumahnya, tanpa penjelasan apa-apa, hanya saja dampaknya Ia diberk
Yusti Inawati

Yusti Inawati

1 suka

Bukan sekadar akuntabilitas, tapi hati yang terbuka sampai ke ujung kegelapan
Daud diuntungkan oleh kematian Saul, tapi ia tidak mengambil jalan itu. Dalam 2 Samuel 1:1-16, ia memilih tetap setia pada nilai yang ia yakini benar di hadapan Tuhan. Ia tidak menyentuh yang diurapi, bahkan saat punya kesempatan. Namun saat ditegur dalam 2 Samuel 12, ia juga tidak menutup
Yusti Inawati

Yusti Inawati

0 suka

Ada pelajaran sunyi dari kematian pembawa senjata Saul di 1 Samuel 31:4–5 🌿 Kesetiaan yang Salah Arah Ia setia pada Saul. Itu baik. Tapi kesetiaannya berhenti pada manusia. Saat Saul jatuh, ia ikut runtuh. Belajar dari Daud: Menghormati tanpa Larut. Berbeda dengan Daud. Ia menghormati Sa
Yusti Inawati

Yusti Inawati

1 suka

Pernah merasa: “aku tidak cukup”?
Di Lukas 17:1-10, murid-murid juga ada di titik itu. Mereka merasa tidak sanggup untuk tidak menyesatkan, berani menegur, dan terus mengampuni. Karena itu mereka berkata: “Tambahkanlah iman kami.” Namun Yesus justru menggeser cara pandang mereka: iman bukan soal besar kecil, tapi soal arah ha
Yusti Inawati

Yusti Inawati

0 suka

Sering Terabaikan: Tuhan di Ambang Pintu Kita
Ternyata, kepekaan spiritual bukanlah bakat, melainkan otot yang harus terus dilatih. Kadang kita terlalu sibuk menjadi "orang baik" sampai lupa untuk benar-benar peduli pada hal-hal kecil di depan mata. Yuk, mulai berjalan perlahan dan selaraskan kembali arah hati kita. #WalkSo
Yusti Inawati

Yusti Inawati

0 suka

Seni Belajar Setia dari Perkara Kecil (Bedah Lukas 16:1-18)
Pernah merasa sulit menjaga integritas di tengah dunia yang serba kompetitif? Renungkan alur unik di Lukas 16:1-18 tentang "Mata Rantai Kesetiaan". Ternyata, kesetiaan itu punya tangga: ✅ Step 1: Jujur di perkara kecil (yang tidak dilihat orang). ✅ Step 2: Bijak mengelola Mamon (h
Yusti Inawati

Yusti Inawati

0 suka

Yang pergi tahu jalan pulang, yang tinggal tidak tahu cara hidup sebagai anak
Lukas 15:11–32 Ada yang jauh, sampai kehilangan segalanya, namun di titik paling rendah itu, ia masih ingat ke mana harus kembali. Ada yang tetap tinggal, tidak pernah pergi, namun tanpa sadar, cara hidupnya berubah. Bukan lagi sebagai anak, melainkan seperti upahan yang menimbang set
Yusti Inawati

Yusti Inawati

0 suka

Kenapa Banyak Baca Alkitab Tapi Hidup Tetap Terasa Gelap?
Sering merasa hampa atau stagnan padahal kita rajin saat teduh? Di Lukas 11:33-36, Yesus memberikan sebuah insight tajam: Masalahnya bukan pada Firman-Nya, karena Pelita itu selalu menyala sempurna. Masalahnya ada pada "mata" atau lensa batin kita. Terang Tuhan hanya bisa masuk da
Yusti Inawati

Yusti Inawati

0 suka

Stop Memagari Karya Tuhan!
Sering merasa paling benar dalam pelayanan? Hati-hati, itu ego spiritual. Mungkin kita pernah terjebak dalam pikiran bahwa Tuhan hanya bekerja di lingkaran kita saja. Padahal, Kerajaan Allah melampaui sekat institusi. 3 hal penting untuk diingat: Eksklusivitas adalah penjara. Jangan bat
Yusti Inawati

Yusti Inawati

0 suka

Stop Mencari "Mukjizat", Mulailah Mencari "Pribadi-Nya"
Pernah merasa hubunganmu dengan Tuhan terasa seperti transaksi? Cuma datang pas butuh, lalu pergi? Mari belajar dari kisah perempuan sakit pendarahan di Lukas 8:43-49. Yesus tidak membiarkannya pergi hanya dengan kesembuhan fisik. Ia ingin membangun relasi yang memulihkan martabatnya. Pent
Yusti Inawati

Yusti Inawati

0 suka

Kenapa Waktu Setiap Orang Berbeda? (Belajar dari 3 Tokoh Besar)
Pernah merasa lelah karena jawaban yang kamu tunggu tak kunjung datang? Yuk, bedah "Irama Iman" yang bisa kita pelajari dari kisah klasik ini: 1️⃣ Abraham (25 Tahun Penantian) Iman bukan maraton sekali jadi. Terkadang butuh puluhan tahun untuk membentuk karakter yang sanggup memi
Yusti Inawati

Yusti Inawati

2 suka

Bukan Cuma Dibaca, Tapi Dihidupi
Sering merasa sudah baca banyak ayat tapi belum merasa "mengerti"? Mungkin kita perlu mengubah cara kita "mendengar". Dalam Lukas 8:16-18, ada rahasia tentang bagaimana terang Firman bekerja dalam hidup kita: Bukan untuk disembunyikan: Firman itu seperti pelita, tugasnya mener
Yusti Inawati

Yusti Inawati

0 suka

Saat Harga Diri Menjadi Persembahan Terindah
Keberanian Merendahkan Hati: Perempuan ini datang tanpa diundang, namun keberaniannya muncul dari penyesalan yang jujur. Posisi Nol: Menanggalkan harga diri untuk menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Kontras Hati: Simon datang dengan status (menjaga jarak), sedangkan perempuan itu datang deng
Yusti Inawati

Yusti Inawati

0 suka

Menemukan Makna di Balik Kata "Mustahil"
Pernah merasa lelah karena rencana hidup tidak sejalan dengan logika? Belajar dari kisah Zakharia, kita diingatkan bahwa: Keterbatasan bukan akhir. Allah bekerja melampaui logika biologis dan fisik kita. Logika adalah jembatan. Jangan takut bertanya. Dialog jujur dengan Tuhan adalah awal p
Yusti Inawati

Yusti Inawati

1 suka

Mengapa Kematian Yesus Begitu Berbeda?
Seringkali kita membaca kisah penyaliban sebagai tragedi yang pasif. Namun, catatan Markus 15:44 menunjukkan hal yang berbeda. Keheranan Pilatus menjadi kunci: kematian Yesus adalah sebuah keputusan sadar. 💡 kata kunci Otoritas: Yesus berdaulat atas nyawa-Nya sendiri. Ketaatan Aktif: B
Yusti Inawati

Yusti Inawati

3 suka

Lihat lainnya
Yusti Inawati
0Mengikuti
9Pengikut
32Suka dan simpan

Yusti Inawati

yustiinawati

yustiinawati

Batal

Penulis reflektif 📖 Ruang Sel-Growth & Refleksi Batin🌱 ↓ Mari belajar bersama