“Allah melaknat wanita yang membuat tato, yang mencukur alis, dan yang mengubah ciptaan Allah...”
(HR. Bukhari & Muslim)
Allah ciptakan kita dengan bentuk terbaik :
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”
(QS. At-Tin: 4)
Dulu, operasi wajah itu hal langka. Tapi sekarang, jadi hal biasa yang bahkan dibanggakan.
Punya uang dikit langsung ke klinik
Lihat artis Korea langsung booking filler
Padahal, Islam sudah jelas melarang segala bentuk modifikasi wajah demi kecantikan.
Rasulullah SAW bersabda :
“Allah melaknat wanita yang mengubah ciptaan Nya”
Lalu, kenapa masih kita anggap ini wajar?
Cantik itu bukan soal simetri wajah. Tapi soal rasa syukur dan iman di dalam dada. Karena yang betul betul cantik, adalah yang gak menolak ciptaan Allah🙌
... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku juga sempat kepo banget soal operasi plastik. Tiap lihat before after di Instagram atau TikTok, rasanya kok menggiurkan ya. Hidung lebih mancung, dagu lebih tirus, kulit keliatan mulus tanpa pori. Apalagi banyak klinik yang promo besar-besaran, seolah-olah oplas itu hal sepele kayak treatment facial biasa.
Tapi makin ke sini, aku mulai mikir ulang: sebenarnya gimana sih hukum operasi plastik dalam Islam? Apa semua jenis operasi plastik itu haram, atau ada pengecualian tertentu?
Dari yang aku pelajari, para ulama biasanya membedakan dua hal:
1. **Operasi plastik untuk kebutuhan medis/darurat**
Misalnya: perbaikan wajah setelah kecelakaan, bibir sumbing, luka bakar parah, kelainan bawaan yang mengganggu fungsi tubuh, atau sesuatu yang bikin sakit fisik dan mental sampai berat. Jenis operasi begini umumnya dibolehkan karena tujuannya bukan buat gaya-gayaan, tapi untuk mengembalikan fungsi tubuh dan mengurangi penderitaan. Bahkan bisa jadi dianjurkan kalau itu satu-satunya cara untuk sembuh.
2. **Operasi plastik murni demi kecantikan**
Nah, ini yang sekarang jadi tren: operasi hidung biar lebih mancung, mengecilkan rahang, mengubah bentuk mata, filler sana-sini, pokoknya mengubah ciptaan Allah yang sebenarnya sudah normal, hanya karena merasa "kurang cantik". Di sinilah banyak ulama menegaskan hukumnya haram, karena termasuk mengubah ciptaan Allah tanpa kebutuhan yang syar'i. Apalagi kalau sampai ketagihan modifikasi permanen hanya demi standar kecantikan media sosial.
Bedanya tipis, tapi niat sangat menentukan. Contoh: kalau ada orang yang mengalami bully berat sejak kecil karena cacat wajah yang jelas, lalu dia operasi untuk mengembalikan bentuk normal, itu beda dengan orang yang sudah normal tapi merasa harus mirip artis Korea biar pede. Yang satu mengarah ke pengobatan, yang satu mengejar standar cantik buatan manusia.
Aku juga sadar, tekanan buat perempuan zaman sekarang tuh gede banget. Di explore sosmed, hampir semua wajah bentuknya mirip: hidung mancung, dagu lancip, kulit glass skin. Tanpa sadar, kita jadi ngerasa wajah kita "salah desain". Padahal, standar cantik itu berubah-ubah. Yang dulu dianggap cantik, bisa saja 10 tahun lagi dibilang biasa aja.
Yang akhirnya bikin aku mikir: kalau aku terus-terusan kejar standar cantik manusia, kapan aku berhenti dan merasa cukup? Sedangkan kalau aku belajar ridho dan bersyukur sama ciptaan Allah, ada rasa tenang yang nggak bisa dibeli sama clinic mana pun.
Bukan berarti kita nggak boleh merawat diri. Skincare, olahraga, makan sehat, tidur cukup, pakai pakaian yang rapi dan bersih, itu semua justru dianjurkan. Merawat yang sudah Allah titipkan beda dengan mengubahnya secara permanen. Kita tetap boleh ingin tampil menarik, tapi jangan sampai sampai titik menolak diri sendiri.
Kalau kamu lagi galau soal operasi plastik, mungkin bisa mulai dengan tanya hal-hal ini ke diri sendiri:
- Tanpa opini orang lain, apa aku benar-benar butuh ini?
- Kalau sosial media nggak ada, apakah aku tetap ingin melakukan ini?
- Apa aku sudah benar-benar belajar menerima kekurangan diri?
- Apa aku sudah cari ilmu tentang hukumnya dalam Islam, bukan cuma lihat review klinik?
Akhirnya, cantik itu bukan cuma soal hidung lurus atau dagu lancip. Cantik versi Islam itu ketika hati kita dekat dengan Allah, kita bersyukur dengan apa yang sudah diberikan, dan nggak gampang goyah hanya karena standar cantik yang berubah-ubah. Rawat diri secukupnya, dan jaga iman sekuat-kuatnya. Itu yang aku lagi coba praktekkan pelan-pelan.
Lihat komentar lainnya