3 ibadah yang bisa membantu menenangkan hati di tengah stres, menurut Islam:
1. Shalat Tahajjud:
Shalat malam yang dilakukan di sepertiga malam terakhir, dapat membantu menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.
2. Membaca Al-Qur'an:
Membaca Al-Qur'an dengan tartil dan memahami artinya dapat menenangkan hati dan memberikan ketenangan jiwa.
Biasanya aku baca surat Al-Insyirah atau Surat Ar-ra'd
3. Dzikir dan Doa:
Mengingat Allah dan berdoa dengan sungguh-sungguh dapat membantu mengurangi stres dan menenangkan hati.
1. Ya latif 33x, dzikir lembut menenangkan hati, baca saat hatimu berat dan rasakan Allah membalut lukamu
2. Doa Nabi Yunus, saat putus harapan bahwa Allah yang dapat mengangkat luka kita.
"Laa ilaaha illaa anta subhaanaka inni kuntu minazh zhaalimiin" Min. 7x atau 100x dengan khusyuk dan ikhlas
3. Hasbunallah wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'man nasir 33x, saat kamu merasa sendiri, di khianati dan lelah menghadapi hidup.
Semoga ibadah-ibadah tersebut dapat membantu menenangkan hati dan menghadapi akhir tahun dengan lebih tenang dan 2026 kita semua terhindar dari marabahaya dan bencana. aamiin 😊
... Baca selengkapnyaDulu setiap akhir tahun aku selalu diliputi cemas: mikirin rencana yang nggak tercapai, takut bencana atau hal buruk, sampai susah tidur. Dari situ aku pelan-pelan belajar bersandar lagi ke Allah lewat Al-Qur'an dan dzikir. Rasanya beda banget ketika hati mulai yakin bahwa manusia hanya bisa berencana, tapi Allah-lah yang menentukan dan sebaik-baik pengatur.
Kalau lagi gelisah banget, aku suka cari surat ketenangan hati dan jiwa. Selain Al-Insyirah dan Ar-Ra’d, surat yang paling kerasa efeknya buatku itu Surat Ar-Rahman dan Surat Al-Waqi’ah. Ar-Rahman bikin aku terus diingatkan sama nikmat Allah lewat ayat “fabiayyi ala’i rabbikuma tukadzdziban”, jadi hati pelan-pelan lebih fokus ke syukur, bukan ketakutan. Al-Waqi’ah bantu aku ingat bahwa rezeki benar-benar di tangan Allah, bukan di tangan bos atau keadaan.
Aku biasanya mulai dengan wudhu yang pelan dan sadar, seolah mau membasuh semua penat. Habis itu shalat tahajud 2–4 rakaat saja, nggak muluk-muluk. Di sujud terakhir aku curhat apa adanya ke Allah: rasa takut, kecewa, bahkan marah. Di titik itu aku merasa banget makna hadits bahwa kita hanya berusaha, tapi hasil akhirnya Allah yang atur. Justru ketika pasrah, hati jadi lebih ringan menerima apa pun yang terjadi.
Untuk dzikir menenangkan hati, aku punya “combo” favorit:
- **Ya Latif** aku baca 33x sambil pegang dada, dibarengi niat agar Allah melembutkan hati dan melapangkan yang terasa sempit.
- **Doa Nabi Yunus** “Laa ilaaha illaa anta subhaanaka inni kuntu minazh zhaalimiin” aku baca minimal 7x ketika merasa terjebak dalam masalah yang sama. Ayat ini bikin aku sadar bahwa kadang sumber masalah juga dari diri sendiri, dan cuma Allah yang bisa mengeluarkan aku dari “perut ikan” versi hidupku.
- **Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir** aku baca saat merasa dikhianati atau takut dengan masa depan. Kalimat ini ngingetin aku kalau Allah cukup sebagai wakil dan penolong.
Membaca Al-Qur'an juga aku usahakan nggak hanya tilawah, tapi sedikit-sedikit memahami maknanya. Misalnya saat baca ayat tentang ketenangan hati yang datang dari mengingat Allah, aku coba praktik langsung dengan memperbanyak dzikir di sela aktivitas: saat di jalan, nunggu antrean, atau sebelum tidur.
Intinya, saat stres atau takut bencana dan hal tak terduga, aku berusaha kembali ke tiga hal: tahajud, Al-Qur’an yang menenangkan hati, dan dzikir yang konsisten. Bukan berarti hidup jadi tanpa masalah, tapi hati jadi lebih siap menerima takdir Allah, baik atau buruk, dengan perasaan lebih tenang dan yakin bahwa semua sudah diatur sebaik-baiknya.
makasih kaa aku save ya ❤️