Tape Bakung
Oleh-oleh khas Cirebon yang satu ini benar-benar beda dari yang lain.
Tape ketan khas Bakung dibuat dari bahan pilihan dan dibungkus daun pisang, bukan daun jambu seperti tape ketan pada umumnya.
Hasilnya, aroma lebih harum dan rasa lebih autentik.
Di balik kesederhanaannya, tersimpan cerita rasa yang diwariskan turun-temurun.
Tape ketan khas Bakung merupakan penganan fermentasi ketan dari Desa Bakung, Kecamatan Jamblang, Cirebon. Nama “Bakung” diambil langsung dari desa asalnya.
Menurut catatan, tape ketan Bakung sudah dikenal sejak zaman Kesultanan Cirebon, awalnya dibuat sebagai hidangan persembahan. Produksi rumahan mulai berkembang secara luas pada era 1980-an, ketika warga desa mulai menjual tape hasil racikan keluarga mereka. Hingga kini, puluhan perajin masih aktif memproduksinya, terutama menjelang Lebaran saat permintaan oleh-oleh meningkat.
Keunikan Tape Ketan Bakung:
🌿 Dibungkus daun pisang klutuk, memberi aroma alami khas
🍃 Warna hijau alami dari daun katuk
🍚 Rasa manis-asam lembut, tekstur kenyal dan tidak menyengat
✨ Tidak menimbulkan efek m*buk, meski dikonsumsi dalam jumlah banyak
Bukan sekadar makanan, tape ketan Bakung adalah identitas budaya lokal yang terus dijaga.
Asli Cirebon, kebanggaan Jawa Barat — JABAR PRIDE 🇮🇩
#jabarpride #ViralTerbaru #oleholehcirebon #tapebakung #kulinercirebon













































kalau aku tahunya itu kemasannya yang ember ka..