... Baca selengkapnyaJujur, sebelum ikut RENJANI Mengabdi 2025 aku juga cuma tahu pajak sebatas "isi SPT Tahunan di akhir Maret". Setelah ikut, baru kerasa banget kalau program ini tuh lebih dari sekadar foto pakai rompi di kantor pajak.
Kegiatanku waktu jadi relawan pajak lumayan beragam. Paling sering sih bantu wajib pajak mengisi SPT Tahunan. Di meja ada tumpukan formulir pajak, pulpen, dan HP buat buka DJP Online. Banyak wajib pajak yang sebenarnya mau patuh, tapi bingung bedain mana penghasilan kena pajak, cara input bukti potong, atau gimana ngisi kolom-kolom di SPT. Di situ peran relawan kerasa banget: kita jelasin pelan-pelan, sambil praktik langsung di depan laptop atau HP mereka.
Selain di front office, aku juga sempat bantu bagian Account Representative (AR). Mereka ini yang tugasnya mengingatkan wajib pajak soal pelaporan SPT Tahunan. Jadi kami bantu cek daftar di spreadsheet, lalu follow up via WhatsApp: ngingetin tenggat waktu, kirim link panduan, sampai jawab pertanyaan dasar soal pajak. Dari sini aku belajar etika komunikasi sama wajib pajak: tetap sopan, jelas, tapi nggak menggurui.
RENJANI juga nggak cuma soal kerja, tapi juga pembekalan. Aku beberapa kali ikut kelas pajak bareng DJP lewat Zoom, salah satunya dengan host bertajuk P2Humas_Nisa. Materinya mulai dari pengenalan perpajakan, cara kerja Coretax, sampai update aturan terbaru. Presensi kelasnya tercatat rapi, jadi terasa kayak beneran ikut pelatihan resmi, bukan sekadar volunteer biasa.
Bagian yang aku paling suka adalah materi perpajakan UMKM. Di infografis yang dibagikan, dijelasin soal omzet pajak UMKM, batas waktu pembayaran PPh, bedanya pencatatan dan pembukuan, sampai jenis-jenis kredit pajak. Ini kepakai banget karena banyak wajib pajak yang datang ternyata pelaku UMKM, dan mereka sering bingung harus mulai dari mana. Dengan bekal materi itu, aku bisa jelasin lebih percaya diri.
Suasana di Kantor Pajak juga ternyata nggak seseram yang kubayangin. Memang formal, tapi staf-stafnya cukup ramah dan terbuka kalau kita mau tanya. Kadang di sela-sela bantu wajib pajak, kami diajak ngobrol soal karier di perpajakan, pengalaman mereka jadi pegawai DJP, dan tips kalau tertarik lanjut kuliah atau kerja di bidang pajak.
Kalau kamu lagi cari pengalaman organisasi yang beneran nambah skill, RENJANI Mengabdi 2025 ini worth it banget. Kamu bisa belajar teknis isi SPT Tahunan, paham peran AR, terbiasa komunikasi dengan berbagai karakter wajib pajak, sampai ngerti konsep perpajakan UMKM. Plus, sertifikat dan jaringan yang kamu dapat bisa jadi nilai tambah buat CV.
Tips dariku kalau mau ikut: siapkan basic pengetahuan pajak dulu (minimal tahu apa itu NPWP, SPT, dan jenis pajak umum), biasakan diri pakai Microsoft Excel/Google Sheets karena banyak data di sana, dan jangan malu bertanya ke pembimbing di kantor pajak. Pengalaman di RENJANI ini bakal jauh lebih maksimal kalau kamu aktif dan mau belajar.