Diselingkuhi Tunangan, Dinikahi Dokter Konglomerat dengan Mahar 1 Milyar (3)
Tujuh tahun aku mencintainya. Deg-degan saat akad nikah di ambang mata, tapi ternyata yang disebutnya bukan namaku 😭
***Diselingkuhi Tunangan, Dilamar Dokter Konglomerat dengan Mahar 1 Milyar (3)
Malam makin larut.
Sepasang lansia, memperhatikan seorang gadis yang duduk telungkup di meja kafe yang berseberangan dengan meja mereka.
Pasangan lansia tersebut iba. Tiba-tiba, si istri meletakkan gelas kopinya sambil meringis. Nenek itu memegangi da-da kiri dan mengaduh.
Suami si nenek terkejut dan berseru panik. “Kenapa, Mah? Da-danya nyeri lagi? Bukannya udah operasi dan dibilang dokter udah sembuh?”
Pramusaji kafe bergegas mendekat ketika si kakek melambaikan tangan sambil berseru memanggil.
"Tolong telponkan sopir saya!" teriaknya.
Kegaduhan tersebut menarik perhatian Shayna. Instink dokter mendorongnya sigap berlari mendatangi si nenek.
"Saya dokter! Biarkan saya periksa!" serunya, agar semua orang memberi jalan.
"Nadi Nenek cepat sekali. Ada kemungkinan tekanan darahnya tinggi. Apakah da-da kirinya nyeri sekali seperti ditusuk tembus sampai ke punggung?"
Si nenek hanya mengangguk dengan wajah semakin pucat. Mendadak, dalam hitungan detik, tubuh tuanya yang agak gemuk, menjadi lunglai dan kehilangan kesadaran.
Shayna memanggil-manggil dan menepuk-nepuk bahu perempuan tua itu. Namun, si nenek bergeming. Buru-buru diceknya urat nadi si nenek di bagian leher.
“Nadi karotis tak berdenyut!” serunya, kaget.
"Apakah istriku kritis?" tanya suami si nenek, cemas.
"Izinkan saya melakukan CPR!"
Si kakek mengangguk kuat.
Shayna membaringkan si nenek ke lantai. Lalu, mulai melakukan resusitasi jantung sebagai langkah pertolongan gawat darurat.
Misi penyelamatan berhasil. Semua orang bertepuk tangan sambil bersorak memuji.
Si kakek lalu bertanya kepada pramusaji, apakah sopirnya sudah datang. Shayna mendengar pramusaji menjawab "sudah".
Gadis itu memeriksa ulang kondisi fisik si nenek, terutama tanda-tanda vitalnya. Setelah dipastikan stabil, barulah ia mengizinkan si nenek berpindah tempat ke sofa kafe.
Tuntas menolong, Shayna mengusap peluh di dahi. Namun, gerakannya tertahan ketika sebuah tangan berjari-jari ramping menyodorkan sehelai sapu tangan.
“Terima kasih.” Sebuah suara rendah magnetik mengalun ke gendang telinga Shayna.
Seorang pria muda memakai blazer putih kasual dengan kaos hitam, telah berdiri di depannya. Aura maskulinnya terpancar kuat. Profil wajahnya menawan, tapi dingin minus ekspresi.
Shayna tertegun mendapati sepasang mata hitam sedang menatapnya dengan tenang dan dalam. Namun, dua detik kemudian, gadis itu membuang muka.
Shayna melenggang pergi ke kursinya sambil memaki semua pria tampan di dunia dalam hati. Kay tampan, tapi pria yang baru saja menawari sapu tangan, jauh lebih tampan. Usianya pun agaknya lebih matang dari Kay.
Hebat juga kakek nenek itu, bisa punya sopir yang gantengnya unlimited, pikirnya sekilas.
Shayna duduk, lalu melamun lagi.
Pria itu, Erwin, tercengang, lalu tersenyum tak acuh.
Saat Shayna hendak pergi, pria itu tiba-tiba menawarkan diri untuk mengantarnya. Namun, Shayna mengabaikannya.
Tak disangka, mereka berjumpa lagi ketika sama-sama menangani kasus kecelakaan lalu lintas di jalan. Erwin memberikan tawaran tak terduga ...
***
Judul KBM App: Diselingkuhi Tunangan, Dinikahi Dokter Konglomerat dengan Mahar 1 Milyar
Akun KBM App: Rimbun Cahaya
Username: Cempaka97
TAMAT DI KBM APP







































