Awal penasaran pengen racik parfum sendiri, jadilah beli bibit parfum 😆. masih sisa banyak banget. bingung mau d bkin apa. akhirnya muncul ide bikin souvenir parfum. iseng deh posting di marketplace. ehh malah dapat orderan wedding 🥰
... Baca selengkapnyaJujur aja, ide souvenir parfum pernikahan ini tuh lahir bener-bener dadakan. Awalnya aku cuma pengen racik parfum sendiri buat dipakai sehari-hari. Karena boros, aku beli bibit parfum lumayan banyak. Eh setelah racik beberapa botol, ternyata bibitnya masih numpuk banget. Daripada sayang kebuang, aku mulai mikir: ini bisa jadi sesuatu yang lebih cuan nggak ya?
Dari situlah muncul ide "souvenir parfum pernikahan". Aku coba cari inspirasi desain di Pinterest dan sosmed, terus bikin konsep simple: botol kecil isi parfum, ditempel di kartu putih dengan hiasan bunga dan tulisan "Memory of Wedding" plus nama pengantin. Ternyata dengan sedikit sentuhan desain, parfum kecil jadi kelihatan elegan dan layak dijadikan wedding souvenir.
Supaya nggak boncos, aku hitung modal satu per satu: harga bibit parfum, alkohol/solvent, botol kecil, kartu, plastik/box, plus biaya cetak desain. Dari situ baru aku tentukan harga jual per pcs. Kuncinya, jangan lupa hitung juga tenaga dan waktu ya, apalagi kalau pesanan sampai ratusan, kayak di foto yang bertuliskan "100 WEDDING SOUVENIR PARFUM" itu. Biar tetap cuan, tapi masih masuk akal buat kantong calon pengantin.
Aku mulai promosi benar-benar dari nol. Pertama, foto produk sebaik mungkin: susunan rapi, lighting oke, detail tulisan "Memory of Wedding" dan nama pengantin kelihatan jelas. Lalu aku upload di marketplace dengan kata kunci yang banyak dicari, salah satunya "souvenir parfum pernikahan". Di deskripsi, aku tulis semua detail: ukuran botol, jenis parfum (EDP/EDT), pilihan aroma, minimal order, sampai estimasi waktu pengerjaan.
Yang paling ngaruh justru gaya ngomong di deskripsi. Aku pakai gaya cerita: ini tuh usaha rumahan, dibuat handmade, bisa custom nama pengantin dan tanggal pernikahan, cocok buat yang cari souvenir praktis dan wangi, bukan sekadar pajangan. Ternyata banyak calon pengantin yang relate sama konsep souvenir parfum, karena tamu bisa langsung pakai, bukan cuma disimpan di lemari.
Waktu pertama kali ada yang chat tanya-tanya soal souvenir parfum pernikahan, aku super excited. Mereka minta 100 pcs, custom nama dan warna kartu. Aku belajar pelan-pelan: nentuin tema warna yang match sama dekor, atur aroma parfum biar unisex (bisa dipakai tamu cowok dan cewek), dan pastikan kualitas cetakan kartu nggak mudah luntur.
Kalau kamu tertarik mulai bisnis souvenir parfum pernikahan juga, beberapa tips dari aku:
- Mulai dari stok kecil dulu, misalnya 20–50 pcs, buat ngetes pasar.
- Sediakan beberapa pilihan aroma aman, seperti floral, fresh, dan musk.
- Jaga kualitas bau parfum: nggak terlalu menyengat tapi tetap tahan lama.
- Jangan lupa branding kecil-kecilan di kartu, misalnya akun IG atau toko, supaya tamu yang suka bisa order juga.
Dari ide yang awalnya cuma "bikin sesuatu dari sisa bibit parfum", sekarang jadi peluang cuan yang lumayan. Dan yang paling bikin senang, souvenir parfum pernikahan ini bisa jadi bagian dari "memory of wedding" pasangan pengantin. Rasanya puas banget lihat tumpukan souvenir parfum siap dikirim, apalagi kalau dapat feedback tamu yang bilang, "Souvenir-nya wangi dan kepakai banget."
hai kak, dijual berapa ya per pcs nya?