Lagi- lagi ditemukan bko (bahan kimia obat) dalam bahan alam ada yang punya izin edar ada juga yang tidak. Bisa dicek ya, sumber @BPOM RI 🙏🏼
#aptsandry #edukasikesehatan #jamu #herbalstandar #fitofarmaka
Sebagai konsumen yang peduli dengan kesehatan, saya sering kali menggunakan berbagai produk herbal untuk menjaga tubuh tetap fit. Namun, pengalaman saya mengingatkan pentingnya berhati-hati dalam memilih produk bahan alam. Sebagian produk memang mengandung bahan kimia obat (BKO) yang bisa berbahaya jika tidak digunakan sesuai dosis dan aturan yang benar. BPOM menemukan 22 merek obat bahan alam yang mengandung BKO seperti sildenafil, tadalafil, parasetamol, deksametason, natrium diklofenak, asam mefenamat, dan beberapa zat aktif lainnya. Yang lebih mengkhawatirkan, ada produk yang belum memiliki nomor izin edar (NIE) atau mencantumkan NIE palsu. Hal ini membuka risiko bagi konsumen karena belum ada jaminan keamanan dan efektivitas produk tersebut. Saya pribadi pernah mengalami gejala alergi setelah mengonsumsi jamu yang ternyata mengandung bahan kimia obat tanpa izin yang jelas. Sejak kejadian itu, saya rutin memeriksa nomor izin edar produk herbal melalui situs resmi BPOM. Situs ini menyediakan daftar lengkap produk yang telah diawasi dan disetujui, termasuk update terbaru dari temuan pada periode Maret 2026. Selain itu, sertifikasi fitofarmaka dan herbal standar menjadi penanda bahwa produk telah melalui proses penelitian dan pengujian yang ketat. Jadi, produk dengan label ini lebih dapat dipercaya. Sebagai bentuk edukasi kesehatan, kita juga disarankan membaca label dengan teliti serta menghindari suplemen yang mengklaim hasil instan atau manfaat berlebihan tanpa bukti ilmiah. Kesadaran akan pentingnya mengecek izin edar dan komposisi bahan aktif membantu saya dan keluarga tetap sehat tanpa harus khawatir tentang efek samping berbahaya. Untuk para pengguna produk herbal lain, jangan hanya tergiur dengan harga murah atau janji manis produsen. Selalu periksa legalitas, klaim keamanan, dan cari rekomendasi dari tenaga kesehatan agar mendapatkan manfaat maksimal tanpa risiko kesehatan.


























