kebetulan di kampungku ini punya makanan khas lho, namanya "Pindang Tetel" bentuknya mirip2 rawon gitu tapi beda sih. Uda ada yg pernah denger belum sama makanan ini?
... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku juga cuma tahu rawon kalau ngomongin kuah hitam dari kluwek. Sampai akhirnya kenal sama pindang tetel khas Pekalongan ini. Pertama kali lihat, kirain rawon biasa, tapi begitu dicobain rasanya beda banget: lebih gurih, berlemak dari tetelan sapi, dan kuahnya berasa rempah tapi tetap ringan.
Biasanya pindang tetel ini pakai tetelan sapi, bisa juga pakai cingur atau kaki sapi. Jadi di satu mangkuk kamu bakal dapat sensasi kenyal, empuk, sama sedikit berlemak yang bikin hangat di badan, cocok banget buat musim hujan. Di kampungku, pindang tetel sering disajikan bareng lontong atau nasi putih panas, terus wajib ditemani kerupuk usek atau kerupuk pasir. Kerupuknya itu yang digoreng pakai pasir, jadi teksturnya renyah tapi nggak terlalu berminyak.
Buat yang penasaran bumbu pindang tetel khas Pekalongan, secara garis besar mirip rawon karena sama-sama pakai kluwek. Biasanya ada bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, lengkuas, sereh, daun salam, sama daun jeruk. Kluwek yang dipakai juga harus bagus, biar kuahnya pekat dan nggak pahit. Bedanya dengan rawon, pindang tetel ini lebih menonjolkan rasa gurih dari tetelan dan kaldu sapi, jadi kuahnya kerasa lebih kaya lemak dan rasanya "nendang" di lidah.
Kalau kamu lagi cari ide masakan berkuah hitam selain rawon, pindang tetel bisa banget jadi alternatif. Buat yang belum pernah lihat secara langsung, gambar pindang tetel itu biasanya semangkuk kuah hitam kecokelatan, berisi potongan tetelan dan kadang ada rambak atau towel di atasnya. Topping rambak ini bikin sensasi kriuk saat dicampur kuah panas, enak banget!
Banyak juga yang penasaran sama kluwek, bahkan ada yang nanya kluwek bahasa Minang itu apa. Di beberapa daerah, kluwek kadang disebut pucung atau kepayang. Intinya, ini biji yang dikeringkan dan diolah sampai aman dimakan, jadi bumbu utama buat masakan berkuah hitam seperti rawon dan pindang tetel.
Kalau suatu hari kamu main ke Pekalongan, jangan cuma cari batik aja. Coba mampir ke warung yang jual pindang tetel khas Pekalongan, biasanya dijual di pagi sampai siang hari. Makan semangkuk pindang tetel hangat, pakai lontong, sambel, dan kerupuk usek, dijamin bikin nagih. Setelah kenal pindang tetel, aku jadi sadar kalau Indonesia tuh punya banyak banget makanan yang mirip rawon tapi punya karakter sendiri-sendiri.
hmm sepertinya enak kk🤤