Kalau menurut akusih ini mitos yaaa karna cara kita makan itu sama sekali gak ada hubungan nya sama sifat apalagi cara atur keuangan😭
Aku termasuk orang yang kalau makan nasi + lauk nya dinikmati bareng bareng, jadi kalau nasi abis ya lauk nya juga abis tapi aku gak perhitungan kok justru banyak yg bilang aku boros🤷♀️
... Baca selengkapnyaAku dulu sempat percaya sedikit sama teori nasi-lauk ini. Katanya, kalau kamu makan lauk habis duluan itu tandanya kamu boros dan kurang bisa atur keuangan. Kalau lauknya disisain buat terakhir baru dimakan, dibilangnya orangnya hemat dan pintar. Padahal setelah dipikir lagi, kita semua ya cuma manusia biasa makan nasi dengan caranya masing-masing.
Misalnya, karakter orang yang makan lauk terakhir sering banget di-stereotype sebagai orang yang hemat, mikir jangka panjang, bahkan dibilang calon orang pintar atur keuangan. Tapi di real life, aku punya teman yang selalu nyisain lauk buat terakhir karena katanya "biar ada motivasi habisin nasi". Keuangannya? Biasa aja, kadang boros juga kalau lihat diskon. Jadi menurutku, arti makan lauk habis duluan atau disisain itu nggak bisa langsung dihubungkan sama karakter.
Aku juga sering lihat nasi meme di sosmed yang nge-bahas cara orang makan: ada yang lauknya duluan, ada yang nasinya duluan, ada juga yang dicampur rata. Ada yang bilang kalau kamu makan nasi dan lauk bareng sampai habis bersamaan berarti kamu tipe yang seimbang dan nggak perhitungan. Tapi kenyataannya, kadang kita makan gitu cuma karena kebiasaan dari kecil, ikut cara makan keluarga, bukan karena kepribadian yang super kompleks.
Tentang nasi gigih artinya juga sering dibahas bercanda. Ada yang bilang kalau masih ada sisa nasi sebutir-dua butir itu artinya kamu kurang gigih, atau suka nyisain hal-hal kecil. Padahal ya kadang nasinya nempel di piring aja, susah diambil. Nggak ada hubungannya sama kamu gigih atau nggak dalam hidup.
Dari pengalamanku, yang lebih kelihatan justru karakter saat makan bareng orang lain: kamu mau berbagi lauk atau nggak, kamu nanya orang lain sudah kebagian belum, kamu marah kalau laukmu diambil, atau santai aja. Itu menurutku lebih jujur nunjukin sifat daripada sekadar urutan nasi-lauk mana yang habis duluan.
Kalau dipakai sebagai bahan bercanda, konten mitos fakta soal sifat bisa dilihat dari cara makan ini memang seru, relate, dan bikin kita mikir, "Eh, aku tipe yang mana ya?" Tapi jangan sampai dipakai buat nge-judge orang. Cara kita makan nasi itu cuma kebiasaan, sementara karakter dan cara atur keuangan dibentuk dari banyak hal: pola asuh, pengalaman, kerjaan, sampai lingkungan pertemanan.
Jadi buat kamu yang mungkin selama ini dicap boros cuma gara-gara lauknya habis duluan, santai aja. Menurutku yang penting itu bukan urutan makan, tapi bagaimana kamu menghargai makanan, nggak buang-buang, dan tetap belajar jadi orang yang lebih bijak dalam hal apapun, termasuk keuangan.
kak aku biasanya nomor 3. soalnya syg bgt kalau ikannya masih banyak😂