beraniin diri buat nyoba 😁
🤩 pertama nih, aku ikutan semacam lomba menulis di Wattpad ✨🥹 deg²an...Masya Alloh....akhirnya aku unggah juga, gak PD sumpah 🫠🫠🫠 tapi kalau gak nyoba berpartisipasi sekarang, kapan beraninya? 😅😅
Bismillah aja lah ya....yang penting Alhamdulillah udah diunggah dan ikut berpartisipasi 🤭🤭
Jujur, sebelum akhirnya ikut lomba menulis di Wattpad, aku sempat lama banget galau. Di kepala tuh isinya pertanyaan: “Benah sughat adalah apa, sih? Tulisanku ini udah cukup bagus belum? Layak gak buat diikutin lomba?” Aku yakin banyak penulis pemula yang ngerasain hal sama—antara pengin berkembang tapi takut dikritik. Untuk proyek kali ini, aku nulis cerita berjudul *Love at the Wrong Address*. Dari awal aku pengen angkat tema cinta yang agak gelap: love, power, and the cost of something yang kita kejar habis-habisan. Ada elemen forbidden love juga, kayak yang sering kita lihat di #wutheringheightsretelling, di mana hubungan dua tokohnya tuh bukan sekadar cinta biasa, tapi juga benturan status, luka masa lalu, dan kebohongan yang numpuk. Konsep besarnya kurang lebih: “When lies arrive sooner than the truth.” Kebohongan datang duluan sebelum kebenaran, dan itu yang bikin hidup tokoh-tokohnya berantakan. Aku suka banget main di area abu-abu kayak gini, karena karakter jadi lebih manusiawi: kadang mereka salah, kadang mereka egois, tapi justru di situ kita bisa lihat harga yang harus dibayar atas setiap keputusan. Proses nulisnya nggak mulus. Ada hari-hari di mana aku cuma bengong depan layar, ngerasa kalimatku berantakan dan dialognya kaku. Tapi setiap kali mau nyerah, aku ingat lagi tujuan awal: kalau nggak dicoba sekarang, aku nggak akan pernah tahu seberapa jauh bisa berkembang. Apalagi ini kesempatan bagus lewat #wattpadevent, sekalian ngukur kemampuan sendiri di antara penulis lain. Aku juga belajar beberapa hal praktis selama nyiapin naskah: 1. **Bikin outline singkat** – minimal tahu awal, konflik utama, dan ending. Ini bantu banget biar cerita nggak melebar ke mana-mana. 2. **Kenalin karakter secara pelan-pelan** – karena temanya love dan power, aku fokus nunjukin sifat tokoh lewat aksi, bukan cuma narasi. 3. **Tulis dulu, edit belakangan** – kalau kebanyakan mikir “ini jelek nggak ya?”, naskah nggak akan selesai. Jadi aku paksa diri buat selesain satu bab dulu baru balik revisi. Sekarang setelah ceritanya diunggah, rasa deg-degan itu masih ada, apalagi nunggu respon pembaca. Tapi ada juga rasa lega dan bangga karena akhirnya berani melangkah. Menurutku, buat penulis pemula, keberanian klik tombol “publish” itu sudah satu prestasi sendiri. Kalau kamu juga lagi mikir mau ikut lomba menulis atau upload cerita pertama di Wattpad, mungkin ini saatnya. Nggak harus sempurna dulu. Yang penting, berani mulai. Dari situ pelan-pelan kita bakal ngerti: benah sughat adalah proses panjang belajar nulis yang nggak instan, tapi justru di situ serunya perjalanan sebagai penulis.



















































