ORANG ORANG YG SOMBONG
Aku pernah berada di fase merasa hidup sudah terkendali: kerjaan lancar, rezeki terasa cukup, pujian orang di sekitar bikin kepala sedikit naik. Tanpa sadar, pelan-pelan rasa sombong itu tumbuh. Jarang berdoa, jarang minta petunjuk, kayak semua masalah bisa aku selesaikan sendiri. Padahal, dari kecil kita sudah diajari kalau sombong adalah menolak kebenaran. Yang bikin ngeri, sombong itu halus banget. Bukan cuma dari cara bicara yang merendahkan orang lain, tapi juga dari hati yang merasa “nggak butuh” Allah. Orang-orang yang tidak mau berdoa kepada-Nya seakan-akan mampu menyelesaikan segala hal sendiri. Padahal kadang masalah dititipkan kepada kita justru untuk mendekatkan diri kita kepada Allah Subhanahuwataala dan mengingatkan bahwa kita ini hamba. Aku pernah lihat sendiri, ketika lagi di atas, gampang banget lupa kalau kita itu pasti meninggal dan akan pulang. Punya kedudukan, punya jabatan, merasa aman, sampai lupa kalau semua itu sementara. Sifat sombong bikin kita merasa hebat, seolah melebihi kuasa Tuhan. Di titik itulah biasanya Allah kasih persoalan supaya kita turun kembali membumi, disadarkan kalau kita hanyalah hamba yang suatu saat akan berpulang. Dari pengalaman itu, aku mulai belajar untuk tetap rendah hati jangan sombong. Caranya pelan-pelan: mulai rutin berdoa meski masalah lagi sedikit, bukan hanya saat susah. Aku juga mencoba mengingat kalimat ini dalam hati: apapun jabatan dunianya, yang pasti akan meninggal. Setiap kali hati mulai merasa lebih dari orang lain, aku ingat lagi bahwa di hadapan Allah, kita sama-sama hamba. Sombong adalah menolak kebenaran, termasuk kebenaran bahwa kita lemah tanpa pertolongan Allah. Hanya orang yang angkuh yang tidak ingin memohon kepada-Nya. Dengan keangkuhan itu, ancamannya bukan main: kalau tidak tobat sampai wafat, neraka jahanam dalam keadaan terhina sudah disiapkan. Kalimat ini bikin aku sering merinding. Sekarang, setiap kali ada masalah, aku coba melihatnya sebagai pengingat, bukan sekadar musibah. Mungkin Allah lagi mengajak aku kembali, mengembalikan aku pada martabat hamba. Doa jadi cara paling sederhana untuk menjaga hati tetap rendah, karena saat berdoa, kita otomatis mengakui bahwa kita butuh Allah. Buat kamu yang lagi merasa hidup aman-aman saja, coba cek lagi hati: jangan sampai diam-diam sombong, menolak kebenaran, dan lupa kalau kita suatu saat akan pulang juga.


























































