... Baca selengkapnyaSejujurnya, aku dulu termasuk yang suka menunda-nunda sedekah. Rasanya takut kurang, takut nggak cukup buat kebutuhan sendiri. Tapi makin sering belajar tentang keutamaan sedekah di bulan Ramadan, pelan-pelan cara pandangku berubah banget.
Di Al-Baqarah ayat 261, Allah janji pahala sedekah bisa dilipatgandakan sampai 700 kali lipat, bahkan lebih. Waktu pertama kali benar-benar merenungi ayat sedekah 700 kali lipat ini, aku jadi mikir: kalau dunia saja kita semangat banget ngejar promo 50%, kenapa buat pahala berkali-kali lipat justru ragu-ragu? Dari situ aku mulai biasakan sedekah kecil-kecilan tiap hari di bulan Ramadan, entah itu uang, makanan, atau tenaga.
Ramadan juga istimewa karena sedekah di bulan ini bukan cuma dilipatgandakan, tapi juga jadi jalan penghapus dosa. Ada hadits yang menjelaskan bahwa sedekah bisa memadamkan dosa seperti air memadamkan api. Setiap kali merasa lagi banyak salah, aku jadi makin terdorong buat sedekah, sambil berharap Allah ampuni kekhilafan yang sering aku ulang-ulang.
Salah satu dalil yang paling nyentuh buatku adalah kisah Rasulullah yang dikenal sebagai orang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan. Kebayang nggak, sebaik itu Rasulullah masih memperbanyak sedekah, apalagi kita yang ibadahnya masih naik turun? Hadits keutamaan sedekah dan hadits keutamaan memberi makan orang berpuasa bikin aku sadar, kadang pahala besar justru datang dari hal yang kelihatannya sederhana.
Contohnya, memberi makan orang yang berpuasa. Dari hadits, orang yang memberi makan orang puasa akan dapat pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun. Sejak tahu ini, aku mulai niatkan hal-hal simpel: nitip makanan ke tetangga yang lagi kesusahan, kirim takjil ke masjid dekat rumah, atau ikut patungan donasi buka puasa. Rasanya hati jadi lebih lega, dan anehnya, rezeki memang berasa lebih berkah.
Aku juga percaya janji Allah di Surah Saba’ ayat 39, bahwa apa saja yang kita infakkan di jalan Allah akan diganti. Bukan selalu dalam bentuk uang, tapi bisa berupa ketenangan hati, kemudahan urusan, atau dijauhkan dari musibah yang nggak kita sadari. Ada momen ketika aku sedekah dalam kondisi saldo pas-pasan, eh beberapa hari kemudian tiba-tiba ada peluang kerja baru yang nominalnya jauh lebih besar.
Buat kamu yang mungkin masih bingung mau sedekah apa di bulan Ramadan, nggak harus selalu besar dan mewah. Beberapa hal yang bisa dicoba:
- Ikut memberi makan orang yang berpuasa, meski cuma satu orang.
- Menunaikan zakat fitrah tepat waktu.
- Membantu tetangga yang lagi kesulitan, walau cuma belanjain kebutuhan pokok.
- Ikut donasi ke lembaga yang amanah.
- Berbagi kebahagiaan dengan keluarga, misalnya belikan takjil sederhana.
Intinya, sedekah di bulan Ramadan itu soal melapangkan hati, bukan ukuran nominal. Yang penting ikhlas dan yakin sama janji Allah, bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, tapi justru membuka pintu rezeki dan menjadikannya lebih berkah. Kalau hari ini kamu diberi rezeki lebih, coba tanya ke diri sendiri: siapa orang pertama yang ingin kamu bahagiakan lewat sedekahmu?