namanya tineung...oseng kecambah kedelai dan tahu...biasanya ada tambahan kacang panjang, cabe rawit merah +hijau utuh...ada yg pake timun,labu siam tergantung selera.. bumbunya hanya bawang merah+bawang putih,tomat di iris, lengkuas di geprek, garam, gula merah, kaldu bubuk, dan kecap manis.. micin sedikit kalo suka.. caranya tumis bumbu terus masukan semua bahan... kalo ke majalengka beli nasi kuning pasti ada si tineung ini ☺ kalo ga habis bisa di hangatkan dan makin sedap rasanya.. oh ya kecambah kedelainya biar empuk di rebus dulu ya.. silakan di coba 👍😍#tineung#oseng kecambah kedelai#bachtiar cake#majalengka
2025/12/22 Diedit ke
... Baca selengkapnyaBuat yang belum pernah ke Majalengka, tineung ini salah satu makanan khas yang menurutku underrated banget. Pertama kali cobain pas beli nasi kuning di pinggir jalan, lauknya kelihatan sederhana: cuma tumisan kecambah kedelai dan tahu, tapi rasanya bikin kaget karena enak dan nagih.
Dari pengalamanku masak sendiri di rumah, kunci tineung itu ada di tekstur kecambah kedelai dan balans rasa bumbunya. Kecambah kedelai (toge kedelai) teksturnya cenderung lebih keras daripada toge biasa, jadi wajib banget direbus dulu sampai agak empuk tapi jangan terlalu lembek, biar pas ditumis masih ada kriuk-kriuknya sedikit.
Selain tahu, aku suka tambah sayuran lain biar makin mirip versi warung di Majalengka: kacang panjang yang dipotong serong tipis, cabe rawit merah dan hijau utuh (biar yang nggak doyan pedas masih aman), kadang juga aku masukin labu siam yang dipotong korek api atau timun yang dipotong agak besar-besar. Jadi sekaligus jadi satu menu sayur dan lauk.
Untuk bumbu, walaupun kelihatannya simpel, tetap harus ditumis sampai matang dan harum: bawang merah, bawang putih, tomat iris, lengkuas geprek, lalu masukin garam, gula merah sedikit, kaldu bubuk, dan kecap manis. Kalau suka, bisa tambahin micin sedikit supaya rasa gurihnya lebih nendang kayak di warung-warung nasi kuning Majalengka.
Biasanya tineung ini jadi lauk wajib waktu beli nasi kuning khas Majalengka, disandingkan dengan lauk lain seperti ayam goreng, telur balado, atau perkedel. Menurutku enaknya tineung itu justru ketika dimakan bareng nasi hangat, sambal, dan kerupuk. Kalau kebetulan masakan masih sisa, besoknya tinggal dihangatkan lagi, malah rasanya makin meresap dan mantap.
Kalau kamu lagi cari referensi makanan khas Majalengka yang mudah ditiru di rumah, tineung ini cocok banget. Bahan-bahannya gampang dicari di pasar, cara masaknya juga ala rumahan, nggak butuh teknik ribet. Tinggal tumis bumbu sampai harum, masukin semua bahan, koreksi rasa, jadi deh.
Aku pribadi suka banget sama konsep masakan khas Majalengka yang satu ini: sederhana, bergizi, dan cocok buat menu harian. Bisa banget dijadikan ide bekal atau lauk pendamping nasi uduk/nasi kuning versi rumahan. Kalau nanti sempat main ke Majalengka, jangan lupa cari nasi kuning yang ada tineung di dalamnya, rasanya beda kalau dimakan langsung di kota asalnya.