Bab 4

"Isinya, 'Jangan lupa tentang kita, Sayang. Aku kangen'," ucap Anya, kata "Sayang" itu terasa seperti pisau yang mengiris hatinya lagi. Air mata yang selama ini ia tahan, kini tumpah ruah, membasahi pipinya. "Lena, Bima, Bima selingkuh."

Lena tersentak. Matanya membelalak kaget. Ia tidak bisa lagi menyembunyikan keterkejutannya. Semua rasionalisasi yang ia coba bangun runtuh seketika. Struk perhiasan, parfum asing, telepon rahasia, dan sekarang, pesan singkat itu. Semua potongan teka-teki itu kini membentuk gambaran yang jelas dan menyakitkan.

"Tidak mungkin, Anya, Bima? Dalam kondisi seperti itu?" Lena mencoba membantah, tetapi terdengar goyah. Ia melihat betapa hancurnya Anya, dan nalurinya sebagai sahabat tahu bahwa Anya tidak mungkin berbohong tentang hal seserius ini.

"Aku juga tidak percaya. Aku tidak mau percaya," isak Anya, menyeka air matanya dengan punggung tangan. "Tapi semua buktinya, semua petunjuknya, mengarah ke sana. Dan sikap Bima yang berubah drastis. Dulu dia tidak pernah sekasar ini, seacuh ini padaku."

Lena terdiam sejenak, memproses semua informasi. Ia memandang Anya, lalu pandangannya menerawang, seolah sedang mengingat-ingat.

"Kamu benar, Anya," kata Lena pelan, kini dipenuhi nada penyesalan karena sempat meragukan sahabatnya. "Bima memang, berubah. Aku pernah melihatnya beberapa kali di kantor, dia terlihat agak berbeda. Tapi aku tidak pernah menyangka akan sejauh ini."

"Lalu, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Lena, kini lebih serius dan tegas. "Kamu tidak bisa membiarkan ini, Anya."

"Aku tidak tahu, Lena. Aku tidak tahu harus mulai dari mana," jawab Anya, keputusasaan kembali menyergapnya.

"Kita harus mencari tahu siapa wanita itu. Siapa pengirim pesan itu," jawab Lena, matanya berkilat tekad. "Dan kita harus mencari bukti yang lebih konkret. Foto, nama, apa pun yang bisa kita temukan. Tapi kamu harus hati-hati, Anya. Bima itu manipulatif. Jangan sampai dia tahu kalau kamu sedang menyelidiki."

Judul: Aku Menafkahi Suami Selingkugku

Pf: KBM

Nama Pena: Kim Haruya

#fyp #goviral #novel #selingkuh #pengkhianatan

Kecamatan Muara Jawa
6/9 Diedit ke

... Baca selengkapnyaKisah ini mengingatkan saya pada pentingnya mengenali tanda-tanda perubahan perilaku pasangan. Ketika seseorang yang kita percaya mulai bersikap kasar atau berbeda drastis, itu bisa menjadi sinyal adanya masalah serius seperti perselingkuhan. Pengorbanan yang dilakukan Anya, mulai dari uang hingga waktu demi suaminya, menunjukkan betapa besar cinta dan pengorbanannya. Namun, pengkhianatan yang dialaminya menjadi pengingat pahit tentang risiko yang mungkin muncul dalam hubungan. Dalam menghadapi situasi seperti ini, saya pernah mendengar dari beberapa teman bahwa mengumpulkan bukti yang kuat sangat penting sebelum mengambil keputusan besar. Cara Lena dan Anya berencana mencari pesan, foto, atau nama terkait wanita lain adalah langkah yang tepat agar pengambilan keputusan berdasarkan fakta nyata dan bukan sekadar dugaan. Selain itu, penting untuk menjaga keselamatan emosional dan mental selama proses penyelidikan. Seperti yang ditekankan oleh Lena, berhati-hatilah agar pasangan yang dicurigai tidak tahu jika sedang diselidiki, mengingat sifat manipulatif yang bisa makin memperburuk keadaan. Dukungan sahabat atau orang terdekat juga sangat berharga, seperti yang terlihat dari hubungan Lena dan Anya sebagai teman yang saling menguatkan. Pada akhirnya, cerita ini juga menyoroti bahwa pengkhianatan bisa terjadi meskipun pengorbanan besar sudah diberikan. Namun, setiap orang berhak mencari kebenaran dan menentukan langkah terbaik untuk masa depannya. Melalui pengalaman ini, pembaca dapat belajar mengenali tanda-tanda perselingkuhan, pentingnya komunikasi, dan keberanian untuk menghadapi kenyataan yang menyakitkan demi kebaikan diri sendiri.