Lemon8Komunitas gaya hidup

Send To

Line
Facebook
WhatsApp
Twitter
Salin tautan

Dapatkan pengalaman lebih lengkap di aplikasi

Temukan lebih banyak postingan, hashtag, dan fitur di aplikasi.

Buka Lemon8
Buka Lemon8
Buka Lemon8
Jangan sekarang
Jangan sekarang
Jangan sekarang
  • Kategori
    • Untuk Anda
    • Beauty
    • Skincare
    • Fashion
    • Travel
    • Food
    • Home
  • Versi aplikasi
  • Bantuan
  • Indonesia
    • Indonesia
    • 日本
    • ไทย
    • Việt Nam
    • Malaysia
    • Singapore
    • US
    • Australia
    • Canada
    • New Zealand
    • UK
Situs web resmiKebijakan privasiPersyaratan LayananCookies Policy
Bab 5
"Ahyeon benar, kenapa vokal kita mendadak datar begitu?" Pharita mendengkus, wajahnya memerah karena kelelahan setelah berlatih koreografi yang rumit. Suara musik di ruang latihan diputar lagi. "Produser Kim memang suka berubah-ubah, tetapi ini terlalu mendadak. Seperti ada yang dengan
Jessalyn

Jessalyn

1 suka

Bab 5
"Silakan coba saja. Aku sudah bosan mendengar ancaman seperti itu hari ini," tantang Jaka. Wanita itu mengaktifkan sebuah perangkat di lengannya. Tiba-tiba, sebuah perisai energi transparan berwarna ungu menyelimuti tubuhnya, memancarkan dengungan frekuensi tinggi yang menyakitkan teling
Jessalyn

Jessalyn

1 suka

"Apa sih! Aku diajak belanja doang buat keperluan nyonya!" balas Desi di layar ponsel. "Tapi Des, aku ini kan suamimu," balas Juned lagi. “Andre mantan kamu, kan?” Desi tak menjawab. “Sejak kapan Andre di Jakarta?” Desi tidak berhenti menyerang, ia justru mengirimkan bal
Jessalyn

Jessalyn

0 suka

Bab 5
"Apa yang coba kau katakan, Putri Mahkota?" "Saya tidak mencoba mengatakan apa-apa, Ibu Suri," balas Hwa-young, tatapannya tetap lugu, tetapi matanya berkilat penuh kemenangan. "Saya hanya seorang menantu yang ingin berbagi cerita dengan ibu mertuanya. Cerita itu memiliki akh
Jessalyn

Jessalyn

1 suka

"Mas, kamu dengar kan apa yang aku ceritakan tadi? Anak-anak itu begitu lucu." Suara Maria terdengar renyah. Matanya menatap penuh harap pada lelaki yang duduk tepat di sampingnya. Ia mencoba mengabaikan tentang apa yang ditemukan di mobil tadi. Rangga bergeming. Ibu jarinya mengetik
Jessalyn

Jessalyn

1 suka

"Kang Ha-yoon, dengar baik-baik," kata Tae-min dingin, tanpa sedikit pun empati. "Jika ada skandal lagi karena anak harammu itu, kami tidak akan ragu-ragu menuntutmu. Narae Group tidak akan ikut campur dalam kekotoran ini. Lupakan kami, dan jangan pernah muncul lagi. Jangan pernah mengo
Jessalyn

Jessalyn

1 suka

Chapter 1 Mobil hitam itu sudah menunggu sejak lama di depan rumah. Aira berdiri kaku, meremas ujung rok panjangnya, sementara ibu tiri dan saudari tirinya menatap dengan ekspresi puas, seolah hari ini adalah hiburan terbaik mereka. Hari ini, Aira dikirim untuk menemui pria paling berbahaya d
Jessalyn

Jessalyn

1 suka

Chapter 1 BRAK! Pintu kamar 207 terbuka dengan paksa. "JANGAN BERGERAK! KALIAN DICURIGAI MELAKUKAN TRANSAKSI TERLARANG!" Seorang polisi wanita berseragam rapi melangkah masuk dengan dua rekannya, mata tajamnya langsung menangkap pemandangan di dalam kamar. seorang pria berpenamp
Jessalyn

Jessalyn

1 suka

Chapter 1 "Akhirnya, Sang Tuan Putri ingat jalan pulang," sindir Widya dingin. Saat pintu terbuka, bukan sambutan hangat yang dia terima. Ibunya, Widya, berdiri di samping ranjang dengan wajah kaku. Tatapannya jatuh pada pakaian kerja Kiran yang tampak kusut, dan itu adalah satu-satun
Jessalyn

Jessalyn

1 suka

Bab 5
"Echo, Injeksi gagal! Sistem menolaknya! Dalang, keluar! Ada hash yang lebih kuat menimpa firewall dari luar! Ini bukan Sari! Ini, Satya! Dia di sini! Dia menjadikan Sari umpan! Dia tahu kau akan datang! Dalang, ini jebakan! Dia menguncimu! Kau harus ….” Suara Echo terpotong, digantikan oleh
Jessalyn

Jessalyn

1 suka

Bab 5
"Dokter sudah bilang semua organmu sehat. Kau cuma butuh kemauan. Kau cuma butuh minum obatmu dengan teratur, ikut terapi, dan berhenti berhalusinasi tentang 'pola-pola' omong kosong itu." "Aku tidak berhalusinasi, Kak. Aku mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pad
Jessalyn

Jessalyn

1 suka

Bab 5
"Maaf, Putri. Bolehkah saya melihat cincin yang Anda kenakan itu?" Seraphina bertanya, jarinya menunjuk cincin perak sederhana di jari manis Isabella. "Itu milik mendiang ibu saya. Nathalie yang dulu sangat menyukainya, saya ingat pernah memberikannya." Isabella membeku. Cincin i
Jessalyn

Jessalyn

1 suka

#kbm #kwikku #fantasy #romancecomedy #adventure
Jessalyn

Jessalyn

1 suka

Bab 1
"Jadi, kamu Herlina?" tanya Patrina. Dara pun berangkat ke rumah Elis melalui GPS yang dikirim pacar Rifki. Sesampainya di sana, Dara tidak tahu kalau teman-temannya melihat dia. Itu semua rencana Rifki dan Elis untuk menjebaknya. Namun, ketika dia keasyikan menjadi Herlina, akun bern
Jessalyn

Jessalyn

1 suka

Bab 4
"BERHENTI DI SITU! JANGAN BERGERAK ATAU KAMI TEMBAK!" teriak suara pria dari arah tangga. "Mampus kita, Leo! Mereka bawa senjata!" Maya gemeteran, kakinya serasa mau lemes. "Jangan liat ke belakang! Lari terus, Maya! Cepetan masuk ke lubang itu!" Leo dorong Maya buat m
Jessalyn

Jessalyn

1 suka

Bab 4
"Dia itu mantan Ki Mojo yang paling gila! Dan kalau nama kamu sudah ada di radar dia gara-gara kertas itu, kamu bukan cuma bakal dikejar cewek satu kecamatan, tapi kamu bakal dikejar sama seluruh dunia mistis!" Rani narik tangan aku, nyoba buat ngerebut kertas itu. "Apa?! Maksud kamu
Jessalyn

Jessalyn

1 suka

Bab 4
"Isinya, 'Jangan lupa tentang kita, Sayang. Aku kangen'," ucap Anya, kata "Sayang" itu terasa seperti pisau yang mengiris hatinya lagi. Air mata yang selama ini ia tahan, kini tumpah ruah, membasahi pipinya. "Lena, Bima, Bima selingkuh." Lena tersentak. Matanya me
Jessalyn

Jessalyn

1 suka

Bab 4
"Ah, kenapa terasa hambar lagi? Aku tidak bisa mengambil nada ini, Produser Han!" Ahyeon membanting tangannya ke meja kontrol studio rekaman, menatap layar monitor yang menampilkan barisan notasi yang terasa 'mati' baginya. "Hambar bagaimana lagi, Ahyeon? Kita sudah mengubah
Jessalyn

Jessalyn

1 suka

Bab 4
"Kau suka dengan hadiah kami, Jaka? Dia sangat merindukanmu. Dia selalu memanggil namamu di dalam mimpi buatan yang kami berikan." Darah Jaka mendidih seketika. Maya kedua? Apa maksud bajingan itu? Dia mengintip dari celah pintu. Valerius berdiri di depan sebuah tabung kaca besar yang
Jessalyn

Jessalyn

1 suka

Bab 4
"Sekali retak," bisik Matriarch Kang, matanya tidak pernah lepas dari Hwa-young, "ia tidak akan pernah bisa kembali utuh. Kau bisa mencoba merekatkannya, menyembunyikan retakannya, tetapi ia akan selalu menjadi barang rusak. Selamanya lemah." Ia meletakkan cangkir yang retak itu
Jessalyn

Jessalyn

1 suka

Lihat lainnya
Jessalyn
62Mengikuti
6Pengikut
243Suka dan simpan

Jessalyn

seorang penulis pemula penyuka K-Pop dan K-Drama penggemar berat Naruto Ship