... Baca selengkapnyaSedikit cerita, pertama kali bikin gabin isi coklat goreng ini aku kira bakal ribet, ternyata gampang banget dan hasilnya mirip jajanan yang sering dijual di kantin sekolah. Kuncinya ada di tekstur isian coklat dan cara menggoreng gabinnya.
Untuk isiannya, pastikan adonan coklat benar-benar halus sejak awal. Saat mencampur tepung terigu, gula pasir, coklat bubuk, dan garam, aku biasanya ayak dulu bahan keringnya supaya tidak ada yang bergerindil. Waktu menuang air, lakukan sedikit demi sedikit sambil diaduk pakai whisk seperti di proses awal pembuatan isian coklat untuk gabin yang kelihatan masih cair. Nantinya adonan akan mengental pelan-pelan saat dimasak.
Masak isian dengan api kecil saja. Kalau apinya terlalu besar, adonan cepat gosong di bawah tapi masih cair di atas. Aku biasanya sabar aduk terus sampai adonan coklat berubah jadi lebih licin, berat, dan saat diaduk mulai meninggalkan jejak di wajan. Setelah itu baru masukkan margarin supaya rasa coklatnya lebih lumer dan wangi. Jangan lupa, dinginkan isiannya sampai benar-benar set, ini penting supaya saat dioles di biskuit gabin tidak meleber ke mana-mana.
Untuk memilih biskuit gabin, aku suka pakai gabin yang ukuran sedang dan teksturnya agak tebal, jadi waktu digoreng tidak cepat lembek. Saat mengisi, jangan terlalu banyak dulu, kira-kira setebal 0,5 cm sudah cukup. Nanti kalau sudah terbiasa, bisa ditambah isiannya sesuai selera. Tekan pelan saja supaya coklatnya merata sampai ke pinggir tapi tidak keluar.
Bagian menggoreng juga menentukan hasil akhir. Minyak harus sudah panas stabil sebelum gabin masuk. Aku tes dengan cara masukkan sedikit remah biskuit, kalau langsung naik dan ada gelembung, berarti siap dipakai. Goreng gabin isi coklat sedang saja, jangan terlalu banyak dalam satu kali goreng supaya matang merata. Balik cukup sekali, karena kalau sering dibolak-balik, gabin bisa menyerap minyak lebih banyak dan jadi terlalu berminyak.
Supaya hasilnya renyah tahan lama, setelah diangkat aku tiriskan dulu di saringan, lalu alasi dengan tisu dapur. Kalau buat stok camilan, tunggu benar-benar dingin baru masukkan ke wadah kedap udara. Kadang aku juga bikin dua versi: satu pakai coklat bubuk pekat untuk yang suka rasa coklat sedang cenderung pahit, dan satu lagi pakai coklat bubuk manis supaya anak-anak lebih suka.
Gabin isi coklat ini enak banget disajikan hangat, bagian luar renyah dan isiannya lembut agak meleleh. Cocok dijadikan ide jualan juga, tinggal bungkus per porsi dan jual saat masih fresh. Kalau mau variasi, kamu bisa tambahkan parutan keju tipis di atas isian sebelum ditutup gabin, rasanya jadi manis-gurih. Semoga pengalaman versi aku ini bisa jadi panduan tambahan buat kamu yang mau coba bikin gabin coklat di rumah.