Sudah brenti jo skolah 😡
Saya pernah mendengar pernyataan yang cukup provokatif, "Berhenti sekolah bikin kamu bodoh," yang sebenarnya sering menjadi momok menakutkan bagi pelajar. Namun, setelah memikirkan lebih dalam dan melihat beberapa pengalaman nyata, saya menyadari bahwa kecerdasan dan kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh bangku sekolah. Seperti yang disebutkan dalam artikel dan juga dikutip oleh pakar politik Prabowo, kecerdasan seseorang bukanlah hanya hasil dari pendidikan formal di kampus atau sekolah. Misalnya, Bahlil, seorang tokoh yang disebutkan dalam kutipan, menunjukkan bahwa tidak selalu gelar dari kampus menentukan keberhasilan seseorang dalam hidup atau karier. Sebagai seseorang yang pernah merasa tertekan oleh sistem pendidikan yang kaku, saya menemukan bahwa belajar mandiri juga sangat penting. Banyak keterampilan hidup dan pengetahuan praktis yang tidak diajarkan di sekolah namun sangat berguna di dunia nyata. Namun demikian, bukan berarti saya menyarankan untuk berhenti sekolah secara sembarangan. Sekolah dan pendidikan formal tetap berperan besar dalam membuka wawasan dan membangun dasar ilmu. Jadi, lebih tepat jika kita melihat pendidikan dengan kacamata yang lebih luas: gunakan sekolah sebagai sarana belajar, tapi jangan batasi diri hanya pada ruang kelas saja. Dalam percakapan dengan teman-teman, kami sering berbagi ide tentang bagaimana mengembangkan diri secara kreatif dan produktif di luar lingkungan sekolah. Misalnya, mengikuti kursus online, membaca buku secara mandiri, atau bahkan melakukan proyek yang bermanfaat bisa menjadi cara untuk menambah kecerdasan dan kemampuan. Kesimpulannya, berhenti sekolah bukanlah solusi atau hal yang harus ditakuti secara berlebihan, asalkan ada kemauan belajar dan berkembang secara terus-menerus. Jangan biarkan stigma negatif membuat kita kehilangan semangat untuk terus belajar dan mencoba hal baru, karena dunia ini sangat luas dan penuh dengan peluang bagi siapa saja yang mau berusaha.




























