Time to healing (tth)🍋 dieng
Dieng Wonosobo 🥰🙏
Waktu aku mutusin buat time to healing ke Dieng, salah satu spot yang paling bikin penasaran tentu saja Pelataran Sikunir. Dari dulu sering lihat foto-fOTO sunrise Dieng di explore, katanya golden sunrise-nya termasuk yang tercantik di Indonesia. Jadi pas sampai Wonosobo, tujuan utamaku ya ke sini. Dari penginapan, aku berangkat dini hari, sekitar jam 3-an, karena orang-orang lokal sarankan berangkat lebih awal biar dapat tempat enak di pelataran. Perjalanannya naik motor sekitar 30–40 menit, udara dinginnya benar-benar kerasa, jadi jaket tebal, kupluk, sarung tangan, sampai kaos kaki dobel itu wajib banget. Sampai area Pelataran Sikunir, suasananya masih gelap tapi sudah banyak lampu dan warung kecil yang jual teh panas, mie instan, sama jajanan. Dari situ, kita jalan kaki naik ke area pelataran, treknya menurutku masih ramah pemula, cuma tetap menanjak dan licin kalau habis hujan. Aku beberapa kali berhenti buat atur napas, sambil lihat ke belakang karena dari beberapa titik pemandangannya sudah mulai kelihatan bagus. Begitu sampai di pelataran, rasanya lega banget. Di depan mata ada hamparan pegunungan, lampu-lampu kecil dari desa di bawah, dan langit yang pelan-pelan berubah warna. Waktu matahari mulai muncul, awan-awan di bawah terlihat kayak lautan, dan semua orang otomatis diam sebentar, kayak menikmati momen healing masing-masing. Di momen itu aku ngerasa semua capek dan overthinking di kota sedikit ke-reset. Pelataran S sendiri cukup luas, jadi kalau datang lebih awal bisa dapat spot duduk paling depan. Banyak juga yang foto-foto sambil duduk di pinggir pelataran, asal tetap hati-hati dan jaga keamanan. Kalau kamu suka foto, jangan lupa bawa tripod kecil atau minimal pastikan baterai HP full, soalnya setiap sudut kayak sayang banget kalau nggak diabadikan. Tips dari aku kalau mau ke Pelataran Sikunir Dieng: 1. Datang di musim kemarau kalau bisa, karena langit biasanya lebih cerah dan peluang lihat sunrise penuh lebih besar. 2. Pakai sepatu yang alasnya nggak licin, soalnya jalurnya tanah dan bisa becek. 3. Bawa air minum sendiri, tapi tetap jaga kebersihan, jangan buang sampah sembarangan di pelataran. 4. Siapkan uang cash kecil buat parkir dan jajan di warung sekitar. Buat aku, Pelataran Sikunir bukan cuma soal foto sunrise, tapi juga soal suasana tenangnya. Angin dingin, pemandangan luas tanpa gedung tinggi, dan momen duduk diam sambil lihat matahari pelan-pelan naik itu benar-benar bantu healing dari penat harian. Kalau kamu lagi cari tempat sederhana tapi berkesan buat menyendiri sebentar, Pelataran Sikunir Dieng ini pantas banget masuk bucket list.


























