Lemon8Komunitas gaya hidup

Send To

Line
Facebook
WhatsApp
Twitter
Salin tautan

Dapatkan pengalaman lebih lengkap di aplikasi

Temukan lebih banyak postingan, hashtag, dan fitur di aplikasi.

Buka Lemon8
Buka Lemon8
Buka Lemon8
Jangan sekarang
Jangan sekarang
Jangan sekarang
  • Kategori
    • Untuk Anda
    • Beauty
    • Skincare
    • Fashion
    • Travel
    • Food
    • Home
  • Versi aplikasi
  • Bantuan
  • Indonesia
    • Indonesia
    • 日本
    • ไทย
    • Việt Nam
    • Malaysia
    • Singapore
    • US
    • Australia
    • Canada
    • New Zealand
    • UK
Situs web resmiKebijakan privasiPersyaratan LayananCookies Policy
Jangan sampai kamu terlalu sibuk menyelamatkan pernikahan, sampai lupa menyelamatkan dirimu sendiri. Kalau setiap konflik diakhiri dengan ancaman perceraian, lama-lama kamu mungkin tidak lagi belajar menyelesaikan masalah. Kamu hanya belajar menghindari kemarahan pasangan. Padahal kamu ber
Berani Bahagia

Berani Bahagia

0 suka

Apa pun fase hidupmu hari ini, jangan berhenti percaya bahwa kamu masih bisa bertumbuh. Sedang sendiri? Tetap melangkah. Sedang mencari pasangan? Tetap percaya. Sedang membangun keluarga? Tetap kuat. Sedang mengejar karier? Tetap berani. Sedang menjadi ibu? Tetap jaga dirimu. Seda
Berani Bahagia

Berani Bahagia

0 suka

Mengalah itu bukan masalah. Kehilangan diri sendiri karena terus mengalah, itu yang perlu dipertanyakan. Kita boleh berkompromi. Boleh memilih diam. Boleh mendahulukan orang yang kita cintai. Tapi jangan sampai semuanya dilakukan karena takut: “Takut dia marah.” “Takut dia pergi.” “Takut
Berani Bahagia

Berani Bahagia

0 suka

Ada perempuan yang terbiasa menyelesaikan semuanya sendiri. Bukan karena tidak ingin dibantu, tetapi karena terlalu sering merasa tidak punya pilihan selain menjadi kuat. Padahal, menjadi mandiri bukan berarti harus selalu memikul semuanya sendirian. Kamu boleh menjadi perempuan yang berkarier,
Berani Bahagia

Berani Bahagia

0 suka

Kadang, yang terlihat seperti pengorbanan adalah seseorang yang terlalu lama melupakan dirinya sendiri. Istri yang selalu mendahulukan suami dan anak mungkin terlihat kuat. Namun kuat bukan berarti harus selalu mengesampingkan kebutuhan sendiri. Karena kebutuhan yang terus diabaikan bisa b
Berani Bahagia

Berani Bahagia

0 suka

Kalau dia salah, apakah itu berarti kita boleh melakukan hal yang sama? Jawabannya mungkin terasa sederhana, tetapi tidak selalu mudah dilakukan. Kita boleh marah. Kita boleh kecewa. Kita boleh mengatakan tidak. Kita boleh pergi dari situasi yang tidak sehat. Tetapi membalas luka dengan
Berani Bahagia

Berani Bahagia

0 suka

Ayah mungkin menjadi standar pertama kita tentang bagaimana rasanya dicintai. Tapi bukan berarti ia harus menjadi standar satu-satunya. Pengalaman bersama orang tua membentuk banyak hal dalam diri kita—termasuk cara kita memahami perhatian, rasa aman, dan kasih sayang. Ketika menikah, ki
Berani Bahagia

Berani Bahagia

0 suka

Kadang, yang dibutuhkan pasangan bukan jawaban. Hanya ingin didengar. Di balik sosok suami yang terlihat kuat, ada lelah yang ingin dimengerti. Di balik seorang istri yang terlihat mampu, ada hati yang juga ingin dihargai. Pernikahan bukan tentang siapa yang paling banyak memberi atau pal
Berani Bahagia

Berani Bahagia

0 suka

Berjauhan bukan berarti harus kehilangan kedekatan. 🤍 LDM punya tantangannya sendiri: rindu, komunikasi yang terbatas, rasa khawatir, sampai harus menjalani banyak hal seorang diri. Tapi hubungan tetap bisa bertumbuh ketika pasangan mau saling mendengar, jujur menyampaikan kebutuhan, membangu
Berani Bahagia

Berani Bahagia

0 suka

Tidak semua keberanian terlihat seperti pergi. Kadang, keberanian dimulai dari mengakui bahwa kamu sudah tidak baik-baik saja. Jika hari ini kamu belum mampu meninggalkan semuanya, jangan jadikan itu alasan untuk membenci dirimu. Namun, jangan berhenti mencari jalan. Karena kamu berhar
Berani Bahagia

Berani Bahagia

0 suka

Kadang, seorang istri tidak sedang meminta lebih. Ia hanya ingin merasa dimengerti. Di balik banyak hal yang ia lakukan setiap hari, ada kebutuhan sederhana untuk didengar, dihargai, diperhatikan, dan merasa bahwa ia tidak menjalani semuanya sendirian. Karena dalam pernikahan, perhatian k
Berani Bahagia

Berani Bahagia

0 suka

Untuk kamu yang sedang berada di persimpangan: tidak apa-apa kalau belum tahu harus memilih apa. Kamu tidak harus memutuskan semuanya hari ini. Ambil waktu. Tenangkan diri. Dengarkan perasaanmu, tapi jangan biarkan luka mengambil seluruh keputusan. Terkadang, kejelasan datang ketika em
Berani Bahagia

Berani Bahagia

0 suka

Tidak semua masalah dalam pernikahan selesai hanya karena kita kembali dekat. Ada pasangan yang setelah bertengkar memilih berhubungan intim, lalu merasa semuanya sudah baik-baik saja. Padahal mungkin yang selesai hanya emosinya, bukan masalahnya. Kedekatan itu penting, tetapi komunikasi t
Berani Bahagia

Berani Bahagia

0 suka

Mungkin pasangan tidak sedang mencari solusi. Ia hanya sedang mencari tempat untuk bercerita. Belajar mendengarkan tanpa langsung menghakimi, menyalahkan, atau memperbaiki. Karena hubungan yang sehat bukan tentang siapa yang paling benar, tetapi tentang bagaimana dua orang tetap merasa aman u
Berani Bahagia

Berani Bahagia

0 suka

Pernikahan bukan tempat mencari seseorang yang sudah sempurna. Kita menikah dengan manusia yang punya luka, kebiasaan, kekurangan, dan proses hidupnya sendiri. Begitu juga dengan pasangan kita. Maka mungkin pertanyaannya bukan, “Kapan dia berubah?” Tetapi, “Apa yang bisa kami pela
Berani Bahagia

Berani Bahagia

0 suka

Tidak semua hubungan yang jauh dimulai dari pertengkaran. Kadang, dimulai dari percakapan yang semakin sedikit. Awalnya sibuk. Lalu terbiasa. Sampai akhirnya hanya membicarakan anak, pekerjaan, uang, dan urusan rumah. Mungkin yang perlu dibangun kembali bukan romantisnya dulu. Tapi
Berani Bahagia

Berani Bahagia

0 suka

Bertengkar itu wajar. Tapi jangan sampai cara kita bertengkar membuat hubungan kehilangan rasa aman. Masalah bisa selesai, tapi luka dari kata-kata yang salah kadang tinggal lebih lama. Belajar menyelesaikan konflik tanpa saling menghancurkan. #wanita #beranibahagia #wanitakuat
Berani Bahagia

Berani Bahagia

0 suka

Saya kasar, karena dia lebih dulu memperlakukan saya kasar, Bunda. Saya mendengar kalimat seperti ini bukan sekadar sebagai pembelaan, tetapi sebagai pengingat. Bahwa dalam hubungan, luka bisa saling diwariskan kalau tidak ada yang mau berhenti. Saya percaya, perubahan selalu dimulai dari
Berani Bahagia

Berani Bahagia

0 suka

Kadang yang membuat pasangan terluka bukan kata-kata besar, tapi kalimat kecil yang terus diulang. Sesuatu yang menurut kita “biasa” bisa terdengar berbeda bagi pasangan, apalagi ketika disampaikan di waktu dan kondisi yang kurang tepat. Dalam hubungan, bukan hanya apa yang kita katakan yang
Berani Bahagia

Berani Bahagia

0 suka

Semakin dewasa sebuah hubungan, semakin kita sadar bahwa tidak semua pertengkaran harus dimenangkan. Ada kalanya ego perlu diturunkan, bukan karena kita kalah, tetapi karena ada sesuatu yang jauh lebih berharga untuk dijaga. Bukan lagi tentang siapa yang harus meminta maaf lebih dulu. Mela
Berani Bahagia

Berani Bahagia

0 suka

Lihat lainnya
Berani Bahagia
0Mengikuti
12Pengikut
2Suka dan simpan

Berani Bahagia