kalian pasti udah umum kan masalah per KB KB an, terutama para IRT di seluruh penjuru dunia khususnya Lemon8
nah kali ini aku mau bahas tentang Risiko Umum Berbagai Jenis KB yang IRT dan para wanita #WajibTau
1. Perubahan Berat Badan: Beberapa wanita mengalami peningkatan berat badan saat menggunakan KB suntik atau pil.
2. Gangguan Menstruasi: KB dapat menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur, flek di antara periode haid, atau haid yang sangat ringan hingga tidak ada sama sekali.
3. Masalah Pencernaan dan Sakit Kepala: Mual, perut kembung, dan sakit kepala adalah efek samping umum yang dapat terjadi.
4. Masalah Kulit: Munculnya jerawat bisa menjadi efek samping dari KB, terutama KB suntik.
5. Perubahan Mood: Hormon dalam kontrasepsi dapat memengaruhi suasana hati, menyebabkan perubahan mood.
6. Nyeri Payudara: Nyeri atau bengkak pada payudara adalah efek samping yang mungkin terjadi.
7. Penurunan Gairah Seksual: Beberapa jenis KB dapat menyebabkan penurunan gairah seksual.
Nah kira kira kalian ngalamin efek KB yang nomer Berapa nih mom?
... Baca selengkapnyaSebagai IRT yang sudah coba beberapa jenis KB, aku makin sadar kalau sebelum pilih alat kontrasepsi, kita wajib banget paham dulu cara kerja dan risikonya. Di luar sana banyak pilihan: implan, IUD, pil KB, sampai suntik KB 1 atau 3 bulan (DMPA). Biar nggak bingung, aku rangkum versi pengalamanku dan obrolan sama bidan.
1. KB Implan (alat kontrasepsi implan)
Implan itu batang kecil yang dipasang di bawah kulit lengan atas. Cara kerja KB implan: melepaskan hormon progestin pelan-pelan supaya menghambat ovulasi dan mengentalkan lendir serviks, jadi sperma susah masuk. Dari temen-temen yang pakai, efek samping yang sering dikeluhkan: haid jadi nggak teratur, flek terus-menerus, kadang jerawatan, dan berat badan naik. Ada juga yang ngalamin posisi implan bergeser, biasanya karena pasang atau aktivitas berat setelah pemasangan. Kalau terasa nyeri, implan susah diraba, atau lengan bengkak, mending langsung periksa ke tenaga kesehatan.
2. KB Suntik (alat kontrasepsi suntik KB)
KB suntik ada yang 1 bulan dan 3 bulan (kb suntik 3 bulan DMPA). Kontrasepsi hormonal suntik ini juga pakai hormon progestin. Enaknya, praktis banget: cuma datang ke bidan tiap jadwal suntik. Tapi dari pengalamanku pakai suntik 3 bulan, berat badan gampang banget naik dan haid jadi nggak tentu. Ada yang sudah berbulan-bulan nggak haid sama sekali. Efek lain yang sering muncul itu sakit kepala, perubahan mood, sampai penurunan gairah seksual. Untuk suntik 3 bulan DMPA, ada risiko penurunan kepadatan tulang kalau dipakai jangka panjang, jadi biasanya disarankan tetap jaga asupan kalsium dan jangan lupa olahraga ringan.
3. Pil KB dan suntik KB
Banyak IRT galau antara pil KB dan suntik KB. Pil KB harus diminum tiap hari di jam yang kurang lebih sama, jadi cocok buat yang disiplin. Suntik lebih cocok buat yang gampang lupa minum pil. Tapi dua-duanya sama-sama bisa bikin gangguan menstruasi, mual, dan perubahan mood karena efek hormon. Beberapa orang dengan riwayat penyakit tertentu juga harus hati-hati pakai pil kombinasi karena ada risiko masalah kardiovaskular, jadi penting banget konsultasi dulu.
4. Macam-macam KB dan efek sampingnya
Selain implan, pil, dan suntik, ada juga IUD (spiral) yang ditaruh di dalam rahim. IUD non-hormonal biasanya tidak mengubah hormon tapi bisa bikin haid lebih banyak atau nyeri di awal-awal pemakaian. IUD hormon bisa bikin haid lebih sedikit tapi tetap berpotensi menimbulkan efek seperti jerawat atau perubahan mood. Intinya, macam-macam KB dan efek sampingnya bakal beda di setiap orang.
5. Batas usia KB suntik & tips memilih KB
Banyak yang tanya soal batas usia KB suntik. Umumnya masih boleh dipakai sampai usia 40-an, tapi makin bertambah umur, kondisi kesehatan (tekanan darah, gula darah, riwayat jantung) harus makin diperhatikan. Makanya penting banget cek ke bidan/dokter sebelum memutuskan lanjut atau ganti metode.
Pengalamanku, efek samping KB biasanya akan berkurang seiring waktu, tapi kalau sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan dipaksa. Ganti metode itu wajar banget, bukan berarti gagal. Dan ingat, alat kontrasepsi implan, suntik, pil, ataupun IUD tidak melindungi dari penyakit menular seksual, jadi kondom tetap diperlukan kalau ada risiko. Yang terpenting, pilih KB yang bikin kamu merasa aman, nyaman, dan tetap bisa menikmati keseharian sebagai IRT tanpa beban berlebihan.
aku team iud krn cocok di aku dan alhamdulillah aman selama 5thn