TUMIS TELUR PUYUH KACANG PANJANG, Ide Bekal Suami
Menu Harian - TUMIS TRLUR PUYUH + KACANG PANJANG
Bahan
- Kacang Panjang
- Telur puyuh rebus
Bumbu
- Bawang Merah iris
- Bawang putih cincang halus
- Cabe merah keriting iris
- Kecap, gula, garam, penyedap, saos tiram
Selamat mencoba!
Aku tuh termasuk tim masak praktis, jadi tumis telur puyuh kacang panjang ini sering banget jadi andalan. Selain enak, lauk begini tuh awet dan aman dijadikan ide bekal suami atau anak karena nggak terlalu berkuah dan rasanya juga bersahabat di lidah. Biasanya aku siapkan dulu semua bahan di malam hari supaya pagi nggak keburu-buru. Kacang panjang aku cuci bersih lalu potong serong supaya kelihatan cantik, kira-kira 3–4 cm. Telur puyuh direbus, dikupas, lalu kusimpan di wadah tertutup di kulkas. Besok paginya tinggal ditumis, selesai dalam kurang lebih 15 menit. Untuk bumbunya, selain bawang merah, bawang putih, dan cabe merah keriting, aku suka tambahkan sedikit irisan cabe hijau atau rawit kalau mau versi pedas. Urutannya: tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum dan agak kecokelatan, baru masukkan cabe. Setelah itu masukkan kacang panjang dulu, tambahkan sedikit air supaya agak empuk, baru masukkan telur puyuh rebus. Bumbu basahnya aku pakai kecap manis, saus tiram, sedikit gula, garam, dan penyedap secukupnya. Kalau mau lebih wangi bisa ditambah sedikit lada dan kaldu jamur. Aduk pelan supaya telur puyuhnya tidak hancur. Masak sampai kacang panjang berubah warna dan bumbu agak mengental, lalu koreksi rasa. Tekstur kacang panjang aku suka yang masih sedikit kres, jadi jangan dimasak terlalu lama. Kalau untuk bekal, setelah tumisan agak dingin baru aku masukkan ke kotak makan, supaya uapnya nggak bikin nasi jadi lembek. Menu ini enak dipasangkan dengan nasi hangat dan kerupuk, kadang aku tambah tempe goreng tepung biar makin kenyang. Versi lain, tumis telur puyuh kacang panjang ini juga bisa ditambah wortel atau jagung muda untuk variasi sayur. Menurutku tumis telur puyuh kacang panjang ini cocok buat yang baru belajar masak karena bumbunya gampang dan susah gagal. Yang penting jangan kebanyakan air dan sesuaikan manis-asin sesuai selera keluarga. Silakan dicoba versi kalian sendiri ya, siapa tahu bisa jadi menu andalan bekal juga.



























