Pas lagi mens, kenapa sih pengen makan manis atau gurih terus? 🍫🍟

Tenang, Bloomies — itu bukan kamu yang “lemah iman”, tapi hormon kamu yang lagi berubah-ubah.

Ketika hormon estrogen & progesteron naik-turun, tubuh ngirim sinyal butuh energi lebih → makanya cravings makin kuat! 😋

✨ Cara bantu tubuh biar hormon tetap seimbang & cravings nggak berlebihan:

1️⃣ Jangan skip makan! — makan teratur bantu stabilin gula darah.

2️⃣ Konsumsi protein & lemak sehat (telur, alpukat, ikan) biar kenyang lebih lama.

3️⃣ Cukupi serat & probiotik alami — bantu jaga gut microbiome dan keseimbangan hormon.

4️⃣ Tidur cukup & kelola stres — karena hormon kortisol juga pengaruh ke craving.

Tubuh kamu nggak butuh dilawan, cuma perlu dijaga ritmenya 💚

Dan psst… BloomLab sebentar lagi bakal rilis produk baru yang bantu atasi masalah hormon & siklus bulanan. 🌸

Stay tuned ya, Bloomies — waktunya hidup lebih seimbang, tanpa drama cravings 🍃

#bloomlab #guthealth #probiotikalami #gutmicrobiome

#menssehat

2025/11/7 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDulu aku juga bingung, kok tiap mau dan pas lagi mens rasanya badan dan mood berubah total. Bukan cuma soal darah haidnya, tapi juga jadi gampang marah, loyo, dan tiba-tiba pengen banget makan manis atau junk food. Dari situ aku mulai kepo: sebenarnya kenapa sih bisa mens dan kenapa tubuh bereaksi sedrama itu? Secara sederhana, mens itu terjadi karena lapisan dinding rahim (endometrium) yang tadinya disiapkan buat “nyambut” kehamilan, akhirnya luruh karena sel telur nggak dibuahi. Proses ini dikendalikan oleh naik-turunnya hormon estrogen dan progesteron. Menjelang mens, hormon-hormon ini turun, dan itu ngaruh ke banyak hal: energi, emosi, sampai nafsu makan. Penurunan estrogen bisa nurunin serotonin (hormon yang bikin kita merasa bahagia dan stabil), makanya mood jadi gampang swing dan otak cari “jalan pintas” lewat makanan manis yang cepat naikin dopamin. Di sisi lain, progesteron yang sebelumnya sempat naik bisa bikin tubuh lebih sensitif terhadap rasa lapar dan ngidam. Ditambah lagi, tiap mens kita kehilangan zat besi dan magnesium, dua mineral yang penting buat energi dan kestabilan mood. Kekurangan dua ini bikin makin gampang capek dan pengen cari comfort food. Aku sempat baca ringkasan studi yang bahas hubungan biomarker inflamasi sama keinginan makan selama siklus menstruasi. Intinya, tubuh kita lagi dalam kondisi peradangan ringan, dan itu bisa bikin craving makin kuat. Jadi wajar banget kalau kamu ngerasa “lapar mata” pas mens, itu sinyal tubuh, bukan tanda kamu lemah. Sekarang, gimana cara aku mengelola ngidam pas mens biar nggak kebablasan? Pertama, aku nggak lagi skip makan. Ternyata pola makan berantakan bikin gula darah makin naik-turun dan craving makin parah. Aku coba makan teratur 3 kali sehari plus snack sehat. Kedua, aku ganti cemilan manis ultra-proses dengan versi yang lebih mindful. Misalnya kalau lagi pengen coklat, aku pilih dark chocolate dan makan pelan-pelan sambil benar-benar menikmati, bukan sambil scroll HP tanpa sadar tahu-tahu udah habis sebungkus. Kalau pengen gurih, aku bikin kentang panggang atau popcorn homemade dengan sedikit minyak dan garam. Ketiga, aku perhatikan asupan zat besi dan magnesium: dari sayur hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, dan kadang suplemen sesuai saran tenaga kesehatan. Ini kerasa banget ngaruh ke energi harian. Terakhir, aku mulai lebih sayang sama gut microbiome. Serat dan probiotik alami membantu pencernaan lebih enak dan mood lebih stabil. Kombinasi ini bikin ngidam tetap ada, tapi nggak sampai bikin jerawatan parah, kembung, atau energi drop kayak dulu. Intinya, ngidam pas mens itu bagian dari ritme tubuh. Begitu paham kenapa bisa mens dan apa yang terjadi di baliknya, kita jadi lebih gampang menerima dan mengatur pola makan tanpa drama dan rasa bersalah berlebihan.