🤍🌙 Ibadah nyaman, lambung tetap tenang.

GERD kambuh saat puasa sering bikin nggak khusyuk dada panas, perut perih, tenggorokan terasa asam.

Kamu bisa lakukan ini biar asam lambung nggak kambuh saat puasa👇

🥣 Jangan skip sahur

Perut kosong terlalu lama bisa picu iritasi & produksi asam berlebih.

🍽️ Porsi cukup, jangan berlebihan

Lambung terlalu penuh → tekanan naik → refluks lebih mudah terjadi.

🍤 Kurangi santan, gorengan, dan pedas ekstrem

Lemak & cabai bisa memperparah gejala.

🛌 Beri jeda sebelum tidur

Minimal 2–3 jam setelah makan malam atau sahur.

😌 Kelola stres & atur jam tidur

Kurang tidur dan stres bikin asam lambung makin tidak stabil.

🌿 Rawat lambung setelah berbuka

Konsumsi TummyZen untuk bantu redakan perih dan menjaga lambung, agar puasa esok hari lebih nyaman.

Puasa tetap bisa tenang, asal pola makannya juga ikut dijaga 🤍

Kalau kamu mau tips lengkap agar lambungmu tetap tenang selama puasa, ketik BLOOMLAB di kolom komentar, dan Bloomin akan DM kamu infonya.

#bloomlab #tummyzen #gerd #maag #asamlambung

2/27 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSelama menjalankan ibadah puasa, saya pribadi sering mengalami sensasi panas dan perih akibat naiknya asam lambung atau GERD. Apa yang saya pelajari dan rasakan, selain menjaga pola makan saat sahur dan berbuka, sangat membantu mengurangi keluhan tersebut adalah teknik pengelolaan stres dan posisi tubuh setelah makan. Saya rutin menerapkan pernapasan diafragma, yaitu menarik napas dalam melalui hidung hingga perut mengembang lalu menghembuskan perlahan lewat mulut. Cara ini ternyata efektif menurunkan tekanan di lambung yang sering memicu refluks. Selain itu, saya juga meluangkan waktu sekitar 2-3 jam sebelum tidur usai makan sahur atau berbuka untuk memberi jeda agar lambung tidak bekerja terlalu keras saat kita berbaring. Jika merasa dada mulai terasa terbakar, saya menghindari langsung berbaring dan memilih duduk tegak untuk memanfaatkan gravitasi agar asam lambung kembali turun. Saya juga menemukan trik pijat titik P6 (Neiguan) dengan menekan lembut area tiga jari di bawah pergelangan tangan bagian dalam selama sekitar dua menit. Ini membantu meredakan mual dan rasa terbakar di dada yang sering muncul saat GERD kambuh. Mengenai makanan, saya mengurangi konsumsi santan, gorengan, dan makanan pedas ekstrem yang saya sadari memperparah gejala. Mengatur porsi makan saat sahur dan berbuka juga penting agar lambung tidak terlalu penuh sehingga mencegah refluks asam lambung. Setelah berbuka, saya sesekali mengonsumsi suplemen herbal seperti TummyZen yang berfungsi menenangkan dan menjaga dinding lambung sehingga saya lebih siap menjalani puasa berikutnya tanpa harus terus-terusan terganggu oleh GERD. Dengan perpaduan cara alami ini, saya bisa menjalankan puasa dengan lebih tenang dan nyaman. Semoga pengalaman ini bisa menjadi referensi bagi yang mengalami gejala asam lambung naik saat puasa, agar ibadah tetap fokus dan tubuh tetap sehat.