Kenapa pas puasa rasanya laper terus, padahal beberapa jam sahur? 🤔
Secara ilmiah, rasa lapar dipengaruhi bukan cuma oleh porsi makan, tapi juga komposisi makanan dan kebiasaan harian. Studi menunjukkan bahwa pola makan rendah protein dan serat berkaitan dengan rasa kenyang yang lebih singkat dan asupan kalori yang lebih tinggi (PMID: 25902790).
Makanya, banyak orang ngerasa “susah nahan lapar” saat puasa—padahal yang keliru adalah kebiasaannya.
✨ 5 Kesalahan yang Bikin Kamu Susah Nahan Lapar Ketika Puasa ✨
1. Berbuka langsung minuman manis
Gula cepat naik → cepat turun → laper balik lagi
2. Sahur minim protein & serat
Kenyang sebentar, jam 9–10 pagi udah mikir makan
3. Kebanyakan gorengan saat berbuka
Kalori tinggi tapi nggak bantu kenyang lama
4. Kurang minum air putih saat sahur
Cepat dehidrasi sehingga sering disangka lapar
5. Langsung tidur setelah sahur
Pencernaan belum optimal, sinyal kenyang jadi kacau
💡 Tips biar lapar lebih terkontrol saat puasa:
- Awali berbuka dengan air putih + makanan bernutrisi
- Pastikan nutrisi seimang saat sahur, terutama ada protein dan serat
- Batasi gorengan & makanan atau minuman manis, makan sesekali aja
- Jaga pencernaan tetap nyaman dengan asupan serat harian (bisa dibantu MetaBloom yang sudah mengandung serat 10gr, sehingga bikin kamu kenyang lebih lama)
👉 Kalau kamu mau tips lebih lengkap agar bisa nahan lapar lebih optimal plus pencernaan lancar, ketik BLOOMLAB di kolom komentar dan Bloomin akan DM kamu infonya.
Saat menjalani puasa, saya sering merasa lapar meski baru beberapa jam setelah sahur. Dari pengalaman pribadi, ternyata kunci utama agar rasa lapar lebih terkontrol adalah mengatur komposisi nutrisi saat sahur dan berbuka, bukan hanya jumlah makanan yang dikonsumsi. Misalnya, mengonsumsi makanan kaya protein dan serat di sahur sangat membantu menjaga rasa kenyang lebih lama. Protein membutuhkan waktu lebih lama dicerna oleh tubuh, sehingga memberikan efek kenyang yang tahan lama. Serat juga membantu memperlambat proses pencernaan dan menjaga kestabilan gula darah, sehingga tidak menyebabkan lapar berlebihan. Selain itu, saya juga mulai menghindari langsung berbuka dengan minuman manis. Memang terasa menggoda karena tubuh butuh asupan cepat, tapi gula yang cepat naik dan turun dapat memicu lapar kembali dengan cepat. Saya lebih memilih membuka puasa dengan air putih dan kurma, kemudian makan makanan bernutrisi yang kaya serat dan protein. Minum air putih yang cukup saat sahur dan sepanjang hari sangat berpengaruh juga. Kadang kita salah mengartikan rasa haus sebagai lapar. Dehidrasi membuat tubuh memberikan sinyal lapar meskipun sebenarnya yang dibutuhkan cairan. Jadi, pastikan cukup minum di waktu-waktu yang diperbolehkan. Selain pola makan, saya juga mulai membiasakan tidak langsung tidur setelah sahur. Memberi waktu pencernaan bekerja juga membantu mengoptimalkan sinyal kenyang dan mengurangi rasa lapar berlebihan di siang hari. Melengkapi pola makan dengan suplemen serat seperti MetaBloom yang mengandung 10 gram serat juga saya rasakan manfaatnya. Serat tambahan ini membantu menjaga pencernaan tetap nyaman dan kenyang lebih lama tanpa membuat perut begah. Dari pengalaman sendiri, menerapkan kesalahan yang disebutkan seperti menghindari gorengan berlebihan, minim protein saat sahur, dan lebih banyak minum air putih sangat membantu mengurangi rasa lapar yang mengganggu selama puasa. Semoga tips ini juga bermanfaat bagi kamu yang ingin menjalani puasa dengan lebih nyaman dan puas.















































































