Pernah ngerasa cepat haus, gampang lapar lagi, atau ngantuk berat setelah makan manis? 🤔 Jangan-jangan itu sinyal tubuhmu kalau dia udah kelebihan gula..

Menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Nutrients (PMID: 30469338), konsumsi gula berlebih—terutama gula tambahan—berkaitan dengan peningkatan risiko resistensi insulin, lonjakan glukosa darah, dan gangguan metabolik jika berlangsung terus-menerus.

Artinya, tubuh sebenarnya kasih tanda sebelum kondisinya makin jauh.

5 Sinyal Tubuh Kalau Kamu Harus Kurangin Makan Manis:

1. Cepat haus & sering buang air kecil

Tanda gula darah sedang tinggi dan tubuh berusaha membuang kelebihannya.

2. Mudah lapar setelah makan

Gula darah naik cepat lalu turun drastis bikin kamu cepat lapar.

3. Mengantuk setelah makan manis

Lonjakan lalu penurunan gula bikin energi ikut drop.

4. Berat badan naik pelan-pelan

Sisa gula berlebih disimpan jadi lemak.

5. Perut makin buncit

Kelebihan gula bisa memicu penumpukan lemak di area perut.

Kalau kamu relate dengan beberapa poin di atas, itu bisa jadi tanda gula darah sering naik-turun (spike) dan mulai perlu dikontrol.

✨ Mulai dari sekarang, kamu bisa lakukan ini:

• Kurangi minuman dan camilan tinggi gula tambahan

• Perhatikan porsi karbo sederhana (roti putih, dessert, sirup)

• Kombinasikan makan dengan protein & lemak sehat agar penyerapan gula lebih stabil

• Rutin bergerak minimal 30 menit per hari

• Cukupi kebutuhan serat harian (±25–30g/hari) karena serat bantu memperlambat penyerapan gula dan bantu gula darah lebih stabil. Kamu bisa dapatkan serat dari buah, sayur, biji-bijian, atau produk fiber alami seperti Ricelim yang bisa kamu campurkan ke makanan atau minuman favoritmu.

Kalau kamu mau tips lebih lengkap untuk jaga gula darah tetap stabil, ketik BLOOMLAB di kolom komentar dan Bloomin akan kirimkan kamu infonya lewat DM.

#BloomLab #Ricelim #prebiotik #serat #nasisehat

3/20 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSelain mengenali lima tanda tubuh kelebihan gula seperti cepat haus, lapar setelah makan, dan berat badan naik, pengalaman saya pribadi menunjukkan bahwa mengelola asupan gula sangat penting agar kita tetap bugar dan terhindar dari risiko penyakit metabolik. Saya pernah mengalami sering mengantuk setelah makan camilan manis, dan ternyata itu tanda gula darah saya naik turun drastis. Mulai saat itu, saya berusaha mengganti camilan tinggi gula dengan buah segar dan menambah asupan serat seperti sayuran dan biji-bijian. Misalnya, saya menambahkan Ricelim sebagai sumber serat alami ke dalam menu sehari-hari, yang membantu memperlambat penyerapan gula dan membuat energi terasa lebih stabil. Selain itu, rutin bergerak selama minimal 30 menit setiap hari sangat membantu dalam menjaga gula darah tetap dalam batas normal. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki atau bersepeda sudah cukup meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi lonjakan gula darah secara signifikan. Mengombinasikan karbohidrat sederhana dengan protein dan lemak sehat juga saya rasakan manfaatnya. Misalnya, saat sarapan saya pilih roti gandum dengan telur dan alpukat daripada roti putih dengan selai manis. Cara ini membuat perasaan kenyang lebih lama dan mengurangi rasa lapar yang muncul tiba-tiba. Jangan lupa, memperhatikan pola makan bukan hanya soal gula, tetapi juga asupan serat penting untuk mendukung kesehatan pencernaan dan memperlambat penyerapan gula ke dalam darah. Termasuk mengonsumsi produk berbasis prebiotik yang dapat mendukung keseimbangan bakteri baik di usus yang juga berpengaruh pada metabolisme gula. Memantau kondisi tubuh dan mengenali sinyal-sinyal tersebut sejak dini sangat penting agar kita bisa melakukan perubahan gaya hidup sehat lebih awal dan mencegah komplikasi serius. Jadi, kalau kamu sering merasa gejala-gejala tadi setelah makan manis, coba evaluasi pola makan dan aktivitas fisik sehari-hari, dan jangan ragu untuk konsultasi ke ahli gizi atau dokter untuk rekomendasi yang tepat.

Cari ·
aplikasi buku harian