Allhamdullh 50 thn sudah#fyppppppppppppppppppppppp #bali #bndaelizapkr
Menjadi dukun wanita di Tanah Sunda bukan hanya soal menguasai ilmu mantra atau ritual, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan alam, kehidupan batin, serta harmoni sosial yang sudah diwariskan turun-temurun dalam budaya Sunda. Dari pengalaman pribadi saya, melihat bagaimana masyarakat masih sangat menghormati sosok dukun yang bukan hanya sebagai penyembuh, tapi juga sebagai penuntun dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sangat membuka wawasan tentang pentingnya kearifan lokal. Ilmu yang dimiliki seorang dukun di sini lebih dari sekedar ilmu gaib; ia adalah manifestasi dari nilai-nilai sosial yang mengedepankan saling asah, asih, dan asuh. Konsep silih asah (saling mengasah), silih asih (saling mengasihi), dan silih asuh (saling mengasuh) menjadi fondasi kuat yang menguatkan jejaring sosial masyarakat Sunda. Pendekatan ini memupuk rasa kebersamaan dan saling menjaga yang tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga kehidupan sosial dan kedamaian lingkungan. Cerita tentang niat pensiun yang dilontarkan oleh dukun wanita ini memberikan perspektif baru: bahwa pensiun bukan berarti berhenti berkontribusi, melainkan transformasi dalam cara mengabdi. Dengan memutuskan untuk menyalurkan ilmunya dalam bentuk yang lebih sederhana, beliau ingin memastikan bahwa nilai-nilai positif tetap hidup dan terjaga. Ini adalah sebuah pengingat penting bahwa keberlanjutan budaya tergantung pada bagaimana generasi sekarang dan mendatang memaknai warisan leluhur. Dari pengalaman masyarakat yang saya amati, dukungan keluarga dan lingkungan juga sangat vital bagi seorang dukun. Bukan hanya tentang mengandalkan kekuatan sendiri, melainkan juga menerima dukungan moral dan spiritual dari komunitas sekitar. Ini memperlihatkan bahwa keberhasilan dalam mempertahankan kearifan lokal bukan hanya usaha individu, tapi juga kerja sama kolektif dalam menjaga tradisi yang mulia. Bagi saya pribadi, kisah ini sangat menginspirasi karena mengajarkan pentingnya bersyukur atas berkah usia panjang dan kehidupan yang penuh makna. Semangat untuk terus berguna bagi sesama meskipun dalam keterbatasan kemampuan adalah hal yang patut ditiru. Semoga cerita ini juga mendorong pembaca untuk lebih menghargai dan melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas dan kekayaan bangsa.





























