Masak sehari-sehari
Apa yg salah yaa..
Pengalaman memasak cumi memang sering kali menjadi tantangan tersendiri, apalagi jika setelah menyantapnya malah menimbulkan pusing dan mual seperti yang dialami oleh banyak orang. Sering kali, hal ini bukan karena cuminya tidak segar, namun bisa jadi dari cara pengolahan atau bumbu yang digunakan. Pertama, penting untuk memastikan bahwa cumi yang dibeli benar-benar segar dan bersih dari tinta yang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman setelah dimakan. Jika cumi tidak dibersihkan dengan baik, terutama bagian tinta dan kantong tinta yang tidak sengaja pecah, hal ini bisa memicu reaksi pusing atau mual. Selain itu, teknik memasak juga sangat berpengaruh. Memasak cumi terlalu lama dapat membuat tekstur menjadi keras dan kandungan zat di dalamnya berubah sehingga sulit dicerna. Sebaiknya cumi dimasak cepat dengan api sedang dan tidak terlalu lama agar teksturnya tetap empuk dan mudah dicerna. Juga, perhatikan bumbu dan tambahan yang dipakai. Beberapa bahan seperti bawang putih berlebihan, atau penggunaan minyak yang berlebihan dan tidak segar juga bisa menyebabkan rasa tidak nyaman setelah makan. Pengalaman pribadi saya, ketika memasak cumi seperti ‘ring cumi’ ala sederhana, saya selalu memastikan cumi segera dimasak setelah dibersihkan dan menggunakan api sedang. Saya juga memilih bumbu yang ringan, serta menghindari MSG berlebihan. Selain itu, makan dengan porsi secukupnya dan tidak terlalu banyak membuat tubuh lebih nyaman dan mengurangi risiko rasa pusing atau mual. Jadi, jika kamu pernah mengalami hal serupa, coba evaluasi kembali bahan cumi yang digunakan, cara membersihkan, lama waktu memasak, dan porsi bumbu. Memasak cumi sehari-hari bisa tetap nikmat tanpa efek samping negatif jika dilakukan dengan tepat.










































🍋 Welcome to Lemon8! 🍋 Seneng banget lihat kamu posting! 🎉 Dapatkan tips agar konten kamu makin populer dengan follow @Lemon8Indonesia! Yuk posting lebih banyak konten lainnya! 🤩