WORTEL BIKIN SEMBELIT?
Sentuh ❤️ sebelum save. Follow @tumi.mpasi untuk tips dan update Mpasi terbaru
“Memang ada bagian sayur yang bikin sembelit. Seperti akar di tengah wortel atau sulur di buncis. Makanya sebelum diolah itu harus dibuang dulu, memang sepele, tapi bisa jadi masalah besar. Jadi jangan salahkan sayurnya,” katanya dalam salah satu postingan di Instagramnya @drtanshotyen.
dr. Tan mengatakan, beberapa orang mungkin akan mengakali hal ini dengan menggunakan wortel atau buncis muda atau istilah umumnya baby carrot dan baby buncis karena dinilai tak memiliki sisi keras. Namun hal itu justru salah.
“Yang masih mudah seperti baby carrot atau baby buncis juga masih punya bagian ini. Jadi harus tetap dibuang. Bagian-bagian itu memiliki serat kasar jadi sulit tercerna makanya bisa menyebabkan sembelit,” ujarnya.
Untuk membuang bagian penyebab sembelit tersebut sebenarnya cukup mudah. Untuk wortel, setelah dikupas wortel dibelah menjadi dua.
Bagian tengah dan berwarna lebih mudah dari daging wortel adalah bagian akar. Sedangkan membuang sulur buncis cukup dengan memetik ujung buncis lalu menarik sulurnya hingga habis
Sumber : alodokter
#mpasi #mpasihomemade #mpasisehatlezat #mpasibaby #mpasisehatlezat #mpasi6bulan #mpasi6bulanpertama #mpasimudah #mpasirumahan
Jujur, dulu aku juga mengira wortel itu selalu aman buat pencernaan, apalagi sering dipakai buat MPASI. Tapi setelah baca penjelasan dokter dan coba praktek sendiri, baru sadar kalau bagian tengah wortel yang keras itu memang bisa bikin si kecil sembelit kalau nggak dibuang. Kalau teman-teman perhatiin, di dalam wortel ada bagian tengah yang teksturnya lebih keras dan seratnya kasar. Nah, bagian ini yang sering disebut sebagai “akar” di tengah wortel. Seratnya memang tinggi, tapi bentuknya serat kasar yang susah dicerna, khususnya buat bayi dan anak kecil yang saluran cerna nya masih sensitif. Jadi kalau sering kasih wortel dengan bagian tengah ini utuh, kemungkinan si kecil bisa jadi lebih susah BAB. Sekarang setiap mau pakai wortel untuk MPASI atau masakan keluarga, aku selalu: 1. Kupas wortel sampai bersih. 2. Belah wortel memanjang jadi dua atau empat bagian. 3. Lihat bagian tengah yang warnanya biasanya sedikit berbeda dan lebih keras. 4. Keruk atau potong buang bagian tengah itu, baru sisanya dipotong kecil atau diparut. Hal yang sama juga aku lakukan ke buncis. Dulu aku nggak terlalu peduli sama sulur buncis, cuma cuci lalu potong. Ternyata sulur yang memanjang di sisi buncis itu juga termasuk serat kasar yang bisa mengganggu pencernaan. Sekarang caraku: - Petik ujung buncis. - Tarik perlahan sampai sulurnya ikut terlepas. - Baru potong-potong buncis untuk dimasak. Banyak yang berpikir baby carrot dan baby buncis lebih aman karena terlihat lebih empuk. Tapi ternyata menurut penjelasan dokter, baby carrot dan baby buncis tetap punya bagian tengah dan sulur yang harus dibuang juga. Jadi jangan tertipu cuma karena ukurannya kecil dan kelihatan lembut. Kalau teman-teman lagi cari cara pakai wortel untuk sembelit, mungkin bisa fokus ke cara pengolahannya dulu. Wortel tetap boleh dan bagus karena kaya vitamin A, tapi: - Buang bagian tengah wortel yang keras. - Masak sampai benar-benar empuk, bisa dikukus lalu dilumatkan. - Campur dengan sumber serat larut lain, misalnya labu kuning, pir, pepaya, atau oatmeal, yang cenderung lebih ramah di perut bayi. Selain wortel dan buncis, ada beberapa sayuran yang kadang bikin sembelit pada bayi kalau cara olah atau porsinya kurang pas, misalnya: - Brokoli: kalau kurang matang, batangnya masih keras dan seratnya kasar. - Kol dan kubis: bisa bikin kembung dan tidak semua bayi cocok. - Bayam yang dimasak terlalu lama dan berulang bisa mengandung nitrat lebih tinggi, jadi tetap harus bijak penggunaannya. Pengalamanku, saat si kecil mulai sembelit, aku biasanya: - Kurangi dulu pemberian sayuran berserat sangat kasar. - Perbanyak makanan berserat lembut (pepaya, pir, alpukat, labu kuning). - Pastikan asupan cairan cukup (ASI/susu + air sesuai usia dan anjuran dokter). - Perhatikan juga apakah si kecil sedang transisi tekstur makanan, karena perubahan tekstur yang terlalu cepat juga bisa pengaruhi pola BAB. Intinya, wortel bukan musuh, tapi kita perlu lebih teliti sama bagian dalam wortel yang bikin sembelit. Setelah rutin buang bagian tengah wortel dan sulur buncis, pola BAB anakku jauh lebih baik dan jarang banget sampai harus “ngeden” lama. Jadi kalau si kecil tiba-tiba sembelit padahal sering makan sayur, boleh banget cek lagi cara teman-teman mengolah wortel dan sayur lainnya di rumah.


































🍋 Welcome to Lemon8! 🍋 Seneng banget lihat kamu posting! 🎉 Dapatkan tips agar konten kamu makin populer dengan follow @Lemon8Indonesia! Yuk posting lebih banyak konten lainnya! 🤩