... Baca selengkapnyaSebagai penggemar martabak garis keras, Martabak Pecenongan tuh selalu jadi nama yang sering banget muncul di kepala. Dari dulu identik sama martabak sultan karena topping-nya royal dan porsi gila-gilaan. Salah satu yang paling terkenal tentu Martabak Pecenongan 78, yang bannernya warna mencolok dengan tulisan "pelopor martabak sultan" plus logo GoFood dan GrabFood.
Waktu pertama kali cobain, aku langsung ngeh sama tampilan spanduk martabak mereka. Desain spanduk martabak keren itu ternyata pengaruh banget, bikin orang penasaran. Di spanduk tertulis jelas "Martabak Pecenongan 78" lengkap dengan logo dan foto martabak tebal menggiurkan. Kalau kamu lagi cari inspirasi banner martabak atau spanduk martabak buat usaha, konsep kayak mereka bisa banget ditiru: warna kontras, tulisan besar dan jelas, plus foto martabak close-up yang bikin laper mata.
Soal menu, di sini bukan cuma ada martabak manis klasik, tapi juga varian premium dan terang bulan pecenongan dengan topping berlimpah. Ada martabak pandan hijau-kuning yang wangi, martabak keju dengan Prochiz Cheddar yang kelihatan di foto, sampai martabak telur yang tebal dan gurih. Mereka juga pakai Blue Band Master, jadi tekstur martabak terasa lebih lembut dan legit. Buat yang suka martabak premium, pilihan topping bisa dibuat super komplit: keju, coklat, kacang, wijen, pisang, bahkan kadang ada varian kekinian.
Menariknya, meski terkenal sebagai martabak sultan, beberapa cabang dan versi "martabak pecenongan merakyat" atau "martabak pecenongan rakyat" menawarkan porsi dan topping yang lebih sederhana dengan harga sedikit lebih bersahabat. Jadi nggak melulu harus mahal banget untuk ngerasain vibe martabak pecenongan. Ada juga tempat-tempat di luar Jakarta yang terinspirasi, kayak martabak pecenongan Cirebon atau martabak MPR di beberapa kota (misalnya martabak MPR Kapten Muslim atau martabak MPR Cianjur) yang ngusung gaya martabak tebal dan topping melimpah.
Soal harga martabak MPR atau martabak pecenongan, biasanya sebanding sama ukuran dan topping. Kalau kamu pesan ukuran besar dengan topping full keju-coklat-kacang-susu, siap-siap dapat martabak super berat yang bisa dimakan rame-rame. Menurutku, buat acara kumpul keluarga, arisan, nobar, atau traktiran kantor, martabak model begini jauh lebih berasa "wah". Sekali beli mungkin kerasa mahal, tapi kalau dihitung per orang, jatuhnya masih masuk akal.
Yang bikin praktis, kebanyakan depot pecenongan dan martabak pecenongan 78 logo-nya sudah terpampang jelas di aplikasi pesan makan. Tinggal cari di GoFood atau GrabFood, pilih cabang terdekat, lalu cek rating dan foto pembeli. Aku pribadi suka cek foto real dari pembeli dulu buat memastikan martabak masih tebal dan topping-nya nggak pelit.
Kalau kamu lagi cari martabak premium atau sekadar ingin bandingin rasa martabak sultan pecenongan dengan martabak royal gading atau merk lain, saran dari aku: pesan dua varian, satu yang full topping premium dan satu yang lebih merakyat. Dari situ kerasa banget bedanya di rasa, tekstur, dan value. Dan jangan lupa, bagian terbaik dari martabak pecenongan ini adalah dimakan rame-rame sambil ngobrol, dijamin makin berasa nikmat dan nggak terlalu mikirin harga karena kebagi banyak orang.