... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali mulai mengenalkan doa harian ke anak, aku juga bingung harus mulai dari mana. Ternyata kuncinya bukan banyak-banyakan doa, tapi konsisten dan pelan-pelan. Jadi aku pilih beberapa doa anak sholeh yang paling sering dipakai dulu: doa sebelum makan, sesudah makan, sebelum tidur, bangun tidur, dan doa untuk orang tua.
Biasanya aku jadikan rutinitas. Misalnya, setiap kali mau makan, aku ucapkan keras-keras doa harian anak sambil mengajak dia mengulang. Awalnya cuma beberapa kata, lama-lama dia hafal sendiri. Untuk doa anak sebelum tidur, aku bacakan sambil memeluk dia, jadi momennya terasa hangat dan menenangkan. Cara ini bikin anak merasa doa itu bukan kewajiban yang menakutkan, tapi momen dekat dengan orang tua dan Allah.
Ada juga doa anak sehari-hari seperti doa sebelum belajar dan sesudah belajar. Aku tempel tulisan doa harian lengkap di dekat meja belajar. Jadi setiap mau mulai, aku ingatkan, "Yuk, baca doa dulu," sambil menunjuk tulisan. Lama-lama dia otomatis baca sendiri. Kalau lupa, aku tidak marah, cuma ingatkan dengan lembut supaya dia tidak merasa tertekan.
Supaya anak lebih semangat, aku kadang putarkan lagu doa anak-anak sehari-hari di YouTube. Liriknya biasanya berisi kumpulan doa sehari-hari anak dalam bentuk nyanyian. Anak-anak lebih cepat hafal kalau pakai lagu. Setelah itu, baru aku jelaskan pelan-pelan artinya, misalnya untuk doa untuk orang tua, aku bilang, "Ini doa supaya Allah sayang sama Ayah dan Bunda." Dari situ anak belajar makna berbakti dan bersyukur.
Kalau Ayah Bunda mau lebih lengkap, bisa buat daftar doa sehari-hari untuk anak lalu ditempel di kamar: doa sebelum dan sesudah makan, sebelum dan sesudah tidur, doa masuk dan keluar rumah, doa masuk dan keluar kamar mandi, doa naik kendaraan, sampai doa untuk kedua orang tua. Tidak perlu langsung semua dipaksa hafal. Cukup pilih 1–2 doa dulu setiap minggu. Setelah hafal, baru tambah doa yang lain.
Menurut pengalamanku, doa harian anak yang diajarkan dengan contoh nyata akan lebih mudah menempel. Jadi orang tua juga usahakan selalu membaca doa doa harian di depan anak. Lama-lama, insya Allah, mereka tumbuh jadi anak sholeh dan sholehah yang terbiasa mengawali dan mengakhiri kegiatan dengan doa. Yang penting jangan bosan mengingatkan dan tetap sabar, karena mengajarkan doa untuk anak itu proses jangka panjang, bukan instan.