Baru kelar nonton La Tahzan dan… sumpah ini bukan sekadar drama rumah tangga.
Dari kesel ➡️ bingung ➡️ nangis ➡️ diem bengong.
🎬 La Tahzan – di bioskop sekarang!
#latahzan #filmlatahzan #cintadosaluka #moviereview #bahastontonan
Jujur awalnya aku nonton La Tahzan karena lagi nyari tontonan drama yang agak "berat", semacam drakor 21+ terbaru gitu yang temanya rumah tangga dan perselingkuhan. Tapi setelah duduk di kursi bioskop dan film mulai, kerasa banget kalau La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka ini beda. Dari opening aja udah keliatan kalau ceritanya diangkat dari kisah nyata, jadi tiap adegan tuh berasa lebih nusuk. Di sini aku nonton film La Tahzan bareng temen, dan sepanjang film rasanya campur aduk. Tema perselingkuhannya bukan sekadar buat sensasi, tapi nunjukin gimana dosa itu ninggalin luka yang dalam banget buat semua orang yang terlibat. Ada momen-momen yang bikin aku geregetan sama keputusan karakter, tapi justru itu yang bikin terasa realistis, kaya nonton potongan kisah nyata yang mungkin kejadian di sekitar kita. Yang aku suka, film ini nggak cuma fokus ke pelaku perselingkuhan, tapi juga ke orang-orang yang terseret di dalamnya, termasuk keluarga dan orang-orang yang berusaha "menyelamatkan" situasi. Di salah satu bagian, aku kebayang banget beratnya jadi sosok yang berusaha menolong, semacam "Thank you so much for saving Malik" yang kebayang dari potongan dialog. Ada beban emosional, ada rasa bersalah, ada keinginan buat memperbaiki tapi nggak semua luka bisa sembuh begitu aja. Buat kamu yang lagi nyari tontonan bertema cinta, dosa, dan luka, film ini bisa jadi pilihan, tapi siap-siap mental ya. Bukan karena banyak adegan vulgar atau apa, tapi karena secara emosional cukup berat. Mungkin buat sebagian orang, La Tahzan bisa jadi pengingat bahwa perselingkuhan itu bukan cuma soal selingkuh sesaat, tapi efek jangka panjangnya ke kepercayaan, masa depan, dan kesehatan mental pasangan. Dari sisi cerita, aku ngerasa ada beberapa bagian yang bikin kita mikir: kalau posisi kita di situ, bakal ambil keputusan yang sama atau nggak? Justru itu yang bikin film ini mirip drakor 21+ yang penuh konflik dewasa, tapi tetap terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Setelah keluar bioskop, aku sempat diem bengong sambil mikir, ternyata hal-hal yang sering dianggap "drama" di film, di dunia nyata bisa jadi luka yang sulit sembuh. Kalau kamu lagi ragu mau nonton atau nggak, menurutku La Tahzan layak dicoba, apalagi kalau kamu suka film yang diangkat dari kisah nyata perselingkuhan yang mengharukan. Jangan berharap ending yang sepenuhnya manis, tapi siap-siap dapet banyak pelajaran soal hubungan, kejujuran, dan konsekuensi dari setiap pilihan yang kita ambil.
























































